Buka konten ini

PRIA asal Meksiko, Juan Pedro Franco, yang dikenal sebagai penderita obesitas ekstrem dengan berat badan mencapai 600 kilogram, meninggal dunia pada usia 41 tahun, Selasa (24/12/2025).
Juan menghembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di Aguascalientes, Meksiko. Ia meninggal akibat komplikasi infeksi ginjal setelah kondisi kesehatannya terus menurun.
Nama Juan Pedro Franco tercatat dalam Guinness World Records sebagai pria tergemuk di dunia pada 2017. Sebagian besar hidupnya dihabiskan dengan terbaring di tempat tidur karena keterbatasan fisik yang dialaminya.
Semasa hidup, Juan menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan dokter Jose Antonio Casteneda. Ia sempat menjalani diet mediterania serta dua kali operasi bariatrik. Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana pada 2023 berat badannya berhasil turun sekitar 346 kilogram.
Perjalanan hidup Juan menjadi pengingat bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan kondisi medis serius yang berisiko mengancam nyawa. Penyakit ini umumnya dipengaruhi oleh kebiasaan hidup yang tidak sehat dan berlangsung dalam jangka panjang.
Kisah Juan juga menegaskan pentingnya kesadaran sejak dini untuk mencegah kebiasaan buruk, demi menjaga kualitas hidup dan menghindari dampak kesehatan jangka panjang.
Masalah berat badan sudah dialami Juan sejak kecil. Pada usia enam tahun, bobot tubuhnya tercatat mencapai 63 kilogram. Seiring waktu, berat badannya terus meningkat drastis akibat pola hidup yang tidak sehat.
Belajar dari kasus tersebut, terdapat sejumlah kebiasaan yang kerap menjadi pemicu obesitas, dihimpun dari berbagai sumber.
Konsumsi Makanan Tinggi Kalori
Asupan kalori berlebihan, seperti makanan cepat saji, tinggi lemak, dan minuman manis, dapat memicu penumpukan berat badan. Energi yang masuk ke tubuh akan disimpan sebagai lemak apabila tidak digunakan secara optimal.
Minim Aktivitas Fisik
Kurangnya olahraga membuat kalori yang masuk tidak terbakar dengan baik. Akibatnya, kelebihan energi akan tersimpan dalam bentuk lemak dan meningkatkan risiko obesitas.
Stres dan Kurang Tidur
Stres serta waktu istirahat yang tidak cukup dapat memengaruhi hormon pengatur rasa lapar. Tidur kurang dari tujuh jam per hari diketahui dapat meningkatkan nafsu makan, sementara stres mendorong seseorang makan berlebihan sebagai pelampiasan emosi.
Faktor Genetik
Gen tertentu juga berperan dalam meningkatkan risiko obesitas, karena memengaruhi nafsu makan dan sistem metabolisme tubuh.
Oleh karena itu, penerapan pola hidup sehat sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah obesitas. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu dijadikan kebiasaan.
Dari kisah Juan Pedro Franco, dapat dipetik pelajaran bahwa obesitas sejatinya dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO