Buka konten ini

BATAM (BP) – Arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui Pelabuhan Telaga Punggur diperkirakan mengalami peningkatan pada Minggu (4/1). Kepadatan penumpang dan kendaraan terlihat di sejumlah pelabuhan, terutama di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan, mengatakan, peningkatan arus balik sudah terlihat sejak H+9 Nataru.
“Kalau dilihat di lapangan, terjadi peningkatan secara kuota dan pergerakan penumpang. Estimasi hari ini, 4 Januari, menjadi puncak arus balik karena sebagian anak sekolah sudah mulai masuk pada 5 Januari,” kata Andri.
Selain arus masuk ke Batam, pergerakan penumpang yang keluar dari Batam juga terpantau ramai. Meski demikian, kuota angkutan penyeberangan per jam masih mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat.
“Untuk keluar Batam juga masih ramai karena setiap keberangkatan per jam selalu ada kendaraan dan penumpang,” ujar Andri.
Meski begitu, data penumpang pada 4 Januari belum dapat diperbarui hingga seluruh jadwal keberangkatan kapal selesai. Namun, berdasarkan perkiraan sementara, jumlah penumpang mengalami peningkatan.
“Update data penumpang baru bisa dilakukan malam hari, setelah semua kapal berangkat dan datang,” ucapnya.
Berdasarkan data produksi Nataru ASDP Cabang Batam pada 3 Januari 2026 (H+9), aktivitas di Pelabuhan Telaga Punggur menunjukkan kenaikan cukup tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah kapal operasi meningkat dari tiga unit pada 2024 menjadi empat unit pada 2025 atau naik 33 persen, dengan jumlah trip tetap sebanyak 13 perjalanan.
Jumlah penumpang pejalan kaki tercatat sebanyak 1.109 orang, meningkat 60 persen dibandingkan 691 orang pada 2024. Sementara itu, penumpang dalam kendaraan naik 35 persen dari 1.321 orang menjadi 1.777 orang.
Peningkatan paling mencolok terjadi pada kendaraan roda dua yang melonjak hingga 95 persen, dari 319 unit pada 2024 menjadi 622 unit pada 2025. Kendaraan kategori keluarga kecil (KK) juga meningkat 21 persen menjadi 289 unit. Namun, jumlah bus dan truk justru mengalami penurunan masing-masing sebesar 67 persen dan 34 persen.
Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Tanjung Uban. Jumlah kapal operasi meningkat dari tiga unit menjadi empat unit dengan total 13 trip. Penumpang pejalan kaki tercatat sebanyak 884 orang, naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan penumpang dalam kendaraan meningkat 14 persen menjadi 1.779 orang.
Jumlah kendaraan roda dua di Pelabuhan Tanjung Uban meningkat 29 persen menjadi 557 unit. Kendaraan bus melonjak signifikan hingga 400 persen dari satu unit menjadi lima unit. Namun, kendaraan kategori KK dan truk mengalami penurunan masing-masing sebesar 7 persen dan 48 persen.
Andri memastikan, meskipun terjadi peningkatan arus balik, operasional pelabuhan masih berjalan lancar. “Kondisi pelabuhan normal dan cuaca cerah berawan. Kami terus melakukan pengaturan agar arus penumpang dan kendaraan tetap terkendali,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi jadwal keberangkatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran arus balik Nataru. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : MUHAMMAD NUR