Buka konten ini

BATAM (BP) – Tangis bayi memecah kepanikan di tengah laut. Di atas kapal roro KMP Lome yang tengah dihantam cuaca buruk, seorang ibu asal Batam berjuang melahirkan buah hatinya. Bayi tersebut selamat, namun sang ibu meninggal dunia.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu (3/1) siang saat KMP Lome berlayar dari Mengkapan, Tanjung Buton, menuju Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Korban diketahui bernama Asmidar (38), seorang ibu rumah tangga yang tiba-tiba mengalami kontraksi hebat ketika kapal masih berada di perairan Kepulauan Riau.
Cuaca saat itu dilaporkan tidak bersahabat. Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat situasi di atas kapal semakin menegangkan. Dalam kondisi keterbatasan fasilitas medis, Asmidar terpaksa menjalani proses persalinan darurat di atas kapal.
Dengan peralatan seadanya, tim medis gabungan dari Balai Karantina Kesehatan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, serta aparat kepolisian yang berada di lokasi, bahu-membahu membantu proses persalinan. Seorang bayi perempuan akhirnya lahir dalam kondisi selamat.
Namun, perjuangan Asmidar belum berakhir. Usai melahirkan, kondisinya terus melemah. Ia kemudian dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Soedarsono Darmosoeiwito untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sayangnya, nyawa Asmidar tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan para penumpang kapal yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, memastikan bayi perempuan yang dilahirkan dalam kondisi selamat dan saat ini masih berada dalam pengawasan medis.
“Bayinya selamat dan saat ini masih mendapatkan perawatan,” katanya.
Jenazah almarhumah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, sang bayi masih menjalani perawatan intensif guna memastikan kondisinya stabil. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : MUHAMMAD NUR