Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Meski masa jabatan Ketua DPD Partai Golkar Kepulauan Riau telah berakhir sejak November 2025, Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih kepengurusan baru belum juga digelar. Hingga kini, DPD Golkar Kepri masih menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait jadwal pelaksanaan Musda.
Musda yang semula dijadwalkan berlangsung pada 16 November 2025 tersebut mendadak ditunda. Penundaan dilakukan lantaran adanya persoalan teknis di internal partai.
“Kami di daerah menyerahkan sepenuhnya kepada pusat terkait waktu pelaksanaan Musda,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Kepri Ahmad Maruf Maulana, Minggu (4/1).
Maruf menegaskan, dirinya tidak ingin terlalu jauh mencampuri urusan Musda. Apalagi, masa jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Kepri sejatinya telah berakhir pada November 2025.
“Saya sebenarnya sudah selesai. Jadi saya tidak ikut campur, semuanya di DPP,” tambahnya.
Sebelumnya, terdapat tiga nama yang disebut-sebut sebagai calon Ketua DPD Golkar Kepri untuk menggantikan posisi Ahmad Maruf. Ketiganya adalah Ade Angga, Roby Kurniawan, dan Riski Faisal.
“Calon yang kuat sudah ada tiga orang. Namun saat ini Musda masih ditunda,” kata Ketua DPC Golkar Tanjungpinang Untung Budiawan.
Ia menjelaskan, pembatalan Musda disebabkan adanya persoalan teknis di internal partai. Sementara mekanisme pemilihan ketua, kata dia, mensyaratkan perolehan minimal 30 persen suara dari total pemilik hak suara.
Meski demikian, Untung mengaku belum mengetahui secara pasti kapan Musda Golkar Kepri akan digelar. Pihaknya masih menunggu arahan resmi dari DPP Golkar.
“Jadi ketuanya masih yang lama. Untuk jadwal Musda, kami masih menunggu instruksi DPP,” pungkasnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR