Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Masa libur akhir tahun memang hampir berakhir, namun geliat perjalanan udara di Indonesia belum sepenuhnya mereda. Memasuki awal 2026, sejumlah bandara utama masih dipenuhi penumpang yang bersiap kembali ke kota asal usai menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru di berbagai destinasi favorit.
Bagi sebagian masyarakat, awal Januari justru menjadi momen ideal untuk bepergian. Harga tiket mulai lebih stabil, aktivitas kerja kembali normal, dan kepadatan bandara tak seintens saat puncak pergantian tahun. Meski demikian, sejumlah rute penerbangan domestik tetap menunjukkan tingkat keterisian yang tinggi dan nyaris tidak pernah sepi.
Berdasarkan pola perjalanan udara, pergerakan pesawat, serta tren mobilitas hingga awal 2026, terdapat enam rute domestik yang masih ramai dan perlu diperhatikan bagi calon penumpang dalam beberapa hari ke depan.
Jakarta–Denpasar (CGK–DPS), Rute Wisata Sepanjang Masa
Jalur Jakarta–Denpasar sejak lama dikenal sebagai rute tersibuk di Indonesia, bahkan termasuk salah satu yang terpadat di dunia. Setelah libur akhir tahun, arus penumpang dari Bali menuju Jakarta masih kuat, didorong wisatawan domestik yang kembali bekerja serta pelaku industri pariwisata dan bisnis internasional yang menjadikan Jakarta sebagai titik transit. Frekuensi penerbangan di rute ini sangat rapat, namun tingginya permintaan membuat kursi cepat terisi, khususnya pada jam favorit pagi dan sore.
Jakarta–Surabaya (CGK–SUB), Penggerak Mobilitas Bisnis Jawa
Sebagai penghubung dua kota terbesar di Tanah Air, rute Jakarta–Surabaya tetap menjadi tulang punggung penerbangan domestik. Mayoritas penumpang berasal dari kalangan pelaku usaha, karyawan, dan pekerja proyek yang kembali beraktivitas usai libur panjang. Kepadatan penerbangan kerap terjadi pada pagi hari, sementara jadwal siang atau malam relatif lebih longgar.
Jakarta–Makassar (CGK–UPG), Pintu Gerbang Indonesia Timur
Makassar berperan sebagai simpul utama perjalanan menuju kawasan timur Indonesia. Rute ini bukan hanya menghubungkan dua kota, tetapi juga menjadi jalur transit strategis menuju Sulawesi lainnya, Maluku, hingga Papua. Memasuki awal tahun, arus balik ke Jakarta mulai terasa, sehingga pergerakan penumpang cenderung stabil dengan lonjakan pada akhir dan awal pekan.
Jakarta–Medan (CGK–KNO), Jalur Utama Sumatera
Sebagai pusat ekonomi terbesar di Sumatera, Medan memiliki konektivitas udara yang sangat intens dengan Jakarta. Awal Januari menjadi periode sibuk karena banyak perantau kembali ke ibu kota setelah liburan. Aktivitas keluarga dan bisnis lintas pulau membuat rute ini tetap ramai meski musim liburan telah lewat, sehingga antrean di Bandara Kualanamu perlu diantisipasi pada jam-jam sibuk.
Jakarta–Balikpapan (CGK–BPN), Dampak IKN Masih Berlanjut
Seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), rute Jakarta–Balikpapan terus menunjukkan peningkatan popularitas. Penumpang didominasi pekerja proyek, pejabat, konsultan, serta pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan Kalimantan Timur. Pada awal 2026, lalu lintas penumpang masih tinggi, terutama pada hari kerja seperti Senin dan Jumat.
Jakarta–Yogyakarta (CGK–YIA), Magnet Wisata dan Pendidikan
Yogyakarta tetap menjadi destinasi favorit. Arus penumpang menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) masih padat, baik dari wisatawan maupun mahasiswa dan pekerja yang kembali setelah libur panjang. Meski jaraknya relatif dekat, banyak penumpang memilih pesawat demi efisiensi waktu dan kenyamanan.
Di balik ramainya rute-rute tersebut, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) tetap menjadi pusat pergerakan penerbangan domestik. Dampak puncak liburan 2025/2026 yang melayani jutaan penumpang masih terasa hingga awal 2026.
Bagi calon penumpang, datang lebih awal ke bandara, memantau informasi penerbangan, serta menyiapkan alternatif jadwal menjadi langkah bijak. Liburan boleh berakhir, namun arus perjalanan udara di Indonesia masih terus bergerak. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO