Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Air ABH Keruh, Warga Tiban Gatal-gatal

SEKUPANG (BP) – luhan terhadap kualitas air yang disalurkan Air Batam Hilir (ABH) kembali mencuat dari warga di kawasan Tiban, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Air yang mengalir ke rumah warga dilaporkan keruh, berwarna kekuningan, berbau amis, bahkan diduga menyebabkan gatal-gatal pada kulit.

Keluhan tersebut disampaikan warga Tiban Kampung Blok M hingga Tiban Ayu. Kondisi itu disebut telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan mulai mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat, terutama untuk mandi dan keperluan rumah tangga.
Try Agus, warga Tiban Ayu, mengatakan kualitas air ABH di lingkungannya menurun drastis dalam tiga hari terakhir.

“Airnya di tempat saya keruh. Di Tiban Kampung juga banyak yang mengeluh gatal-gatal,” ujar Try kepada Batam Pos, Sabtu (3/1) sore.
Ia mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, terlebih air yang mengalir juga mengeluarkan bau amis yang tidak biasa. Try mempertanyakan apakah terdapat perbaikan jaringan atau gangguan distribusi dari pihak ABH.
“Baunya amis. Saya tidak tahu ini hanya di wilayah tertentu atau memang merata,” katanya.

Menanggapi keluhan warga, perwakilan Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, membenarkan pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari warga Tiban Ayu. Menurutnya, wilayah tersebut terdiri atas beberapa blok dan sebagian sudah dilakukan penanganan, meski belum menyeluruh.

“Tiban Ayu itu ada beberapa blok. Hari ini juga sudah ada yang menyampaikan keluhan melalui grup, dan di beberapa titik sudah kami lakukan perbaikan,” ujar Ginda.
Namun, ia mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti perubahan kualitas air tersebut. Menurutnya, kondisi jaringan dan karakter wilayah distribusi air di Batam berbeda-beda.

“Untuk laporan air keruh ataupun gatal-gatal, nanti akan kami cek langsung ke lokasi,” katanya.
Ginda menambahkan, pihaknya akan menelusuri penyebab gangguan terlebih dahulu, termasuk faktor teknis di lapangan. Ia juga menyebutkan bahwa pada momen akhir tahun hingga awal tahun baru, konsumsi air masyarakat biasanya mengalami peningkatan.

“Untuk suplai, memang di akhir tahun terjadi peningkatan konsumsi. Harapannya, dengan peningkatan kebutuhan ini, kami bisa menyesuaikan suplai agar tetap seimbang,” tutupnya. (*)

Reporter : M. Sya’ban
Editor : Jamil Qasim