Buka konten ini
Ketersediaan telur ayam di Kabupaten Kepulauan Anambas pada awal tahun 2026 terpantau hampir putus.
Kondisi ini membuat masyarakat mulai kesulitan mendapatkan telur, terutama di wilayah Pulau Siantan.
Di sejumlah warung dan toko kelontong di Pulau Siantan, telur sudah jarang terlihat di etalase. Banyak rak yang biasanya penuh kini tampak kosong atau hanya terisi sedikit.
Meski masih ada beberapa warung yang menjual telur, jumlah pembelian dibatasi.
Pembatasan ini dilakukan agar stok yang tersisa bisa dibagi kepada lebih banyak pembeli.
Salah seorang warga, Dian, mengaku harus berkeliling mencari telur karena banyak warung kehabisan stok. Ia mengatakan kondisi ini baru dirasakan setelah pergantian tahun.
“Tadi keliling Siantan cari telur, susah banyak yang kosong. Ada warung yang jual, itupun kita cuma bisa beli 10 butir saja,” ujar Dian, Jumat (2/1).
Dian menjelaskan, sebelum malam pergantian tahun, telur masih mudah ditemukan di warung maupun supermarket. Bahkan, telur masih dipajang dalam jumlah banyak.
Ia juga sempat membeli telur dalam jumlah besar pada Selasa (30/12) pagi. Saat itu, satu papan telur berisi 30 butir masih tersedia di Pasar.
“Hari Selasa itu masih banyak telur, saya beli di Pasar masih bisa satu papan yang isinya 30 butir. Cepat kali putusnya,” keluh Dian.
Kondisi ini dibenarkan oleh salah satu distributor telur ayam di Anambas, Sarja. Ia mengatakan pasokan telur yang biasanya masuk dari luar daerah saat ini belum sampai di Tarempa.
Menurut Sarja, telur sebenarnya sudah dimuat di kapal yang sedang sandar di Kijang, Kabupaten Bintan. Namun, kapal tersebut belum bisa berlayar menuju Anambas.
“Kapal belum jalan, tapi telur sudah dimuat dalam kapal yang lagi sandar di Kijang,” kata Sarja.
Ia menjelaskan, pihak operator kapal belum berani berlayar karena cuaca di perairan Bintan dan Anambas masih bergelombang. Ini sangat membahayakan keselamatan pelayaran. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY