BATAM (BP) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan hingga awal Januari 2026, belum ditemukan ataupun dilaporkan adanya kasus varian Influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal luas dengan sebutan super flu, di wilayah Kota Batam.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang mengonfirmasi bahwa varian influenza tersebut telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025.
“Untuk Batam, sampai saat ini belum ada laporan kasus super flu. Namun, setiap penyakit dengan gejala mirip influenza tetap harus diwaspadai,” ujar Didi, Jumat (2/1).
Didi menjelaskan, Kementerian Kesehatan sejak lama telah memiliki sistem kewaspadaan dini melalui program Influenza Like Illness (ILI). Program ini berfungsi mendeteksi secara dini penyakit infeksi saluran pernapasan dengan gejala menyerupai influenza, sekaligus memantau potensi terjadinya wabah.
“ILI ini penting karena banyak penyakit virus yang gejala awalnya mirip influenza. Contohnya Covid-19. Jadi, setiap kasus influenza tidak boleh dianggap ringan,” jelasnya. Ia menegaskan, istilah super flu bukan merupakan istilah diagnosis medis resmi. Sebutan tersebut lebih bersifat populer untuk menggambarkan lonjakan kasus influenza yang dipicu oleh varian tertentu dari virus influenza A.
“Secara medis, ini tetap influenza. Vaksin influenza yang tersedia saat ini masih dapat memberikan perlindungan,” katanya.
Terkait gejala, Didi menyebut masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal influenza, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri badan, sakit kepala, hingga rasa lemas. Masa inkubasi virus influenza umumnya berkisar tiga hingga empat hari sebelum gejala muncul.
Menurut dia, kelompok lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, penderita penyakit kronis, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah menjadi kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi.
“Kelompok ini harus lebih waspada karena berisiko mengalami kondisi yang lebih berat bila terinfeksi,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Batam mengimbau masyarakat yang mengalami gejala influenza untuk beristirahat di rumah dan membatasi aktivitas di luar. Penggunaan masker saat sakit dinilai efektif mencegah penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
Selain itu, masyarakat diminta konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga waktu istirahat, serta mengelola stres.
“Jika mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, sesak napas, atau kondisi semakin memburuk, segera periksa ke fasilitas kesehatan, terutama bagi kelompok rentan,” tegas Didi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi obat secara sembarangan. Antibiotik, kata dia, tidak dianjurkan untuk mengatasi flu tanpa petunjuk tenaga kesehatan.
Menutup keterangannya, Didi mengajak masyarakat Kota Batam tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari Dinas Kesehatan Kota Batam dan Kementerian Kesehatan RI.
“Kami mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : Ratna Irtatik