Buka konten ini
BINTAN (BP) – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara (BN) 01 tidak melanjutkan pelayaran menuju Kabupaten Natuna dan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Jumat (2/1). Keputusan tersebut diambil menyusul kondisi cuaca laut yang dinilai tidak aman untuk pelayaran jarak jauh.
Biasanya, KMP BN 01 melayani rute panjang yang menghubungkan Kepulauan Riau hingga Pelabuhan Sintete, Kalimantan Barat. Namun, untuk sementara waktu, rute tersebut dibatasi demi keselamatan.
Pembatasan pelayaran dilakukan setelah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku operator kapal berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Hasil koordinasi menyebutkan, perairan Kepulauan Anambas hingga wilayah selatan Natuna tengah dipengaruhi cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang laut tinggi yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Supervisi ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, mengatakan tinggi gelombang di wilayah tersebut diperkirakan dapat mencapai 4 meter.
“Berdasarkan hasil koordinasi, potensi gelombang tinggi di perairan tersebut bisa mencapai 4 meter,” ujar Sukma saat dikonfirmasi.
Selain mengacu pada informasi BMKG, ASDP juga mengikuti arahan dari Syahbandar sebagai otoritas keselamatan pelayaran. Dalam kondisi tersebut, Syahbandar hanya memberikan izin kepada KMP BN 01 untuk berlayar hingga Pelabuhan Letung dan Pelabuhan Matak di Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Kapal tetap berangkat malam ini, tetapi Syahbandar hanya memberikan izin pelayaran dari Tanjunguban menuju Letung dan Matak, kemudian kembali lagi,” jelasnya.
Dengan pembatasan tersebut, KMP BN 01 tidak melanjutkan perjalanan ke Midai, Sedanau, Penagi, Subi, Serasan, hingga Pelabuhan Sintete di Kalimantan Barat.
Sukma menegaskan, keputusan tersebut diambil semata-mata demi menjamin keselamatan penumpang, awak kapal, serta kendaraan yang diangkut.
Menurutnya, memaksakan pelayaran di tengah gelombang tinggi berisiko menimbulkan kecelakaan laut.
KMP BN 01 merupakan kapal jenis roll on–roll off (roro) yang mengangkut penumpang sekaligus kendaraan, sehingga faktor keselamatan menjadi prioritas utama.
ASDP bersama BMKG dan Syahbandar akan terus memantau perkembangan cuaca. Pelayaran penuh dengan rute Tanjunguban–Letung–Matak–Midai–Sedanau–Penagi–Subi–Serasan–Sintete pulang pergi akan kembali dibuka setelah kondisi laut dinyatakan aman. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY