NONGSA (BP) – Memasuki musim angin utara yang disertai pasang laut tinggi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat pesisir dan nelayan. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko aktivitas di kawasan pantai dan perairan terbuka.
Peringatan tersebut disampaikan Forecaster BMKG Hang Nadim, Fitri Annisa. Ia mengingatkan, saat libur panjang seperti saat ini, aktivitas masyarakat di kawasan pantai cenderung meningkat karena banyak warga berwisata bersama keluarga.
Fitri menjelaskan, wilayah Kepulauan Riau saat ini telah memasuki musim angin utara. Pada periode ini, pola angin bertiup dari arah utara hingga timur laut dan umumnya terjadi pada Desember hingga Februari. Musim angin utara identik dengan gelombang laut lebih tinggi, arus kuat, serta cuaca perairan yang cenderung ekstrem.
“Angin utara ini biasanya membawa peningkatan kecepatan angin dan berdampak langsung pada kondisi gelombang laut, khususnya di wilayah pesisir dan perairan terbuka,” ujar Fitri saat dihubungi, Jumat (2/1) siang.
Selain faktor angin, kondisi laut saat ini juga dipengaruhi fase bulan purnama. Fase ini menyebabkan terjadinya pasang maksimum air laut, sehingga ketinggian muka air di wilayah pesisir meningkat dibandingkan kondisi normal.
“Saat ini air laut sedang mengalami pasang karena memasuki fase bulan purnama. Dampaknya, ketinggian air laut di wilayah pesisir dan pantai meningkat,” jelasnya.
Berdasarkan data pengamatan BMKG Hang Nadim Batam, kecepatan angin tercatat mencapai sekitar 30 kilometer per jam. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi masyarakat yang beraktivitas di pantai maupun bagi nelayan yang melaut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati apabila beraktivitas di wilayah pantai. Nelayan juga diharapkan lebih waspada saat melaut,” katanya.
BMKG memprakirakan kondisi pasang maksimum ini dapat berlangsung hingga 9 Januari mendatang. Sementara itu, dominasi angin utara diperkirakan masih terjadi sepanjang Januari, dengan arah angin bertiup dari utara hingga timur laut.
Dengan situasi tersebut, BMKG meminta masyarakat pesisir, pengelola wisata pantai, dan nelayan untuk terus memantau informasi cuaca terbaru serta tidak memaksakan aktivitas di laut jika kondisi dinilai berisiko.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Fitri. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO