Buka konten ini
BATAM (BP) – Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Kepulauan Riau kembali turun. PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga Pertamax Series dan Dex Series mulai 1 Januari 2026 pukul 00.00 WIB. Penurunan harga ini juga berlaku di Kota Batam yang berstatus Free Trade Zone (FTZ).
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau, Bagus Handoko, menyampaikan bahwa penyesuaian harga merupakan kebijakan rutin yang dilakukan berkala, mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
“Penyesuaian ini mengikuti tren harga minyak global serta standar harga Mean of Platts Singapore (MOPS), sehingga harga BBM tetap kompetitif dan sesuai formula yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya, Jumat (2/1).
Di wilayah Kepulauan Riau, harga Pertamax turun dari Rp13.350 menjadi Rp12.950 per liter atau turun Rp400. Pertamax Turbo turun Rp350 dari Rp14.350 menjadi Rp14.000 per liter. Penurunan terbesar terjadi pada Pertamina Dex yang turun Rp1.400 dari Rp15.600 menjadi Rp14.200 per liter, disusul Dexlite yang turun Rp1.200 dari Rp15.300 menjadi Rp14.100 per liter.
Khusus Batam FTZ, harga BBM non-subsidi tercatat lebih rendah. Pertamax kini dibanderol Rp11.850 per liter dari sebelumnya Rp12.250. Pertamax Turbo turun dari Rp13.100 menjadi Rp12.750 per liter. Pertamina Dex turun menjadi Rp12.900 per liter, sedangkan Dexlite menjadi Rp12.800 per liter.
Bagus menjelaskan, penyesuaian harga di awal tahun ini terjadi hampir di seluruh Indonesia, kecuali tiga provinsi yang terdampak bencana. Ketiga provinsi tersebut sebelumnya tidak mengalami kenaikan harga pada Desember lalu, saat wilayah lain mengalami penyesuaian naik.
“Wilayah lain sempat naik pada Desember. Awal bulan ini Pertamina kembali menyesuaikan harga mengikuti perkembangan harga minyak dunia, dan kini trennya turun,” jelasnya.
Meski harga turun, Bagus menilai dampaknya terhadap konsumsi BBM di Kepri, terutama Batam, tidak terlalu signifikan. Karakter Batam sebagai kawasan industri dan jasa membuat pola konsumsi relatif stabil.
“Tren sebelumnya menunjukkan penurunan harga BBM tidak berdampak besar terhadap biaya kebutuhan masyarakat. Ini sudah menjadi hal yang biasa,” katanya.
Ia juga menyebut momen libur akhir tahun dan arus mudik tidak memicu lonjakan konsumsi BBM di Batam. “Batam bukan daerah tujuan mudik utama. Aktivitas masyarakat cenderung normal karena sebagian besar tetap bekerja,” ujarnya.
Bagus berharap penurunan harga ini mendorong masyarakat beralih ke BBM berkualitas lebih tinggi. “Biasanya masyarakat menggunakan Pertalite. Dengan harga Pertamax yang lebih terjangkau, kami harap bisa menjadi alternatif,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan berbagai promo melalui aplikasi MyPertamina. “Pantau aplikasinya. Promo sering hadir, terutama di pagi hari, dan memberikan manfaat lebih bagi konsumen,” katanya.
Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan bahwa penyesuaian harga tetap memperhatikan aspek keterjangkauan dan daya saing.
“Penyesuaian harga mengacu pada formula pemerintah, mengikuti rata-rata publikasi harga minyak dunia seperti Argus dan MOPS, serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujar Roberth.
Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan sejumlah promo awal tahun 2026, di antaranya program hemat hingga Rp20.000 sampai 4 Januari 2026, diskon I Like Monday, program Thank God It’s Fuel Day (TGIF) setiap Jumat, serta bonus poin dan cashback bagi pengguna MyPertamina. “Melalui promo ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi pelanggan setia Pertamina,” tutup Roberth. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO