Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Indomitable Lions Hadapi Rute Rabat

AGADIR (BP) – Kamerun menutup fase grup Piala Afrika 2025 dengan kemenangan 2-1 atas Mozambik di Stade d’Adrar, Agadir, kemarin (1/1). Hasil itu menempatkan Indomitable Lions – julukan Kamerun – finis sebagai runner-up grup F atau di bawah Pantai Gading yang menang dramatis 3-2 atas Gabon.

Itu berarti Kamerun menghadapi rute Rabat di fase gugur. Tim tersukses kedua di Piala Afrika (5 gelar) setelah Mesir (7 gelar) itu menghadapi Afrika Selatan (Afsel) dalam 16 besar di Al Medina Stadium, Rabat, pada Senin (5/1). Kamerun juga berpotensi ditunggu tuan rumah Maroko di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, dalam babak 8 besar (10/1). Itu dengan asumsi Maroko bisa melewati Tanzania di 16 besar pada Minggu (4/1).
”Pada akhirnya kami lolos ke babak 16 besar dan itu yang terpenting saat ini,” kata pelatih Kamerun David Pagou seperti dikutip dari Foot Africa.

Bafana-Bafana Sekali Kalah pada 2025
Afsel bakal jadi lawan tricky bagi Kamerun. Bafana Bafana – julukan Afsel – merupakan semifinalis edisi sebelumnya (2023) ketika Kamerun terhenti di 16 besar. Afsel juga telah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 dan yang perlu dicermati Kamerun, Ronwen Williams dkk baru sekali kalah sepanjang 2025.

Satu-satunya kekalahan dialami oleh Mesir 0-1 dalam matchday kedua grup B Piala Afrika 2025 (27/12). Afsel memang pernah kalah 0-3 di awal 2025 oleh Lesotho dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Akan tetapi, itu merupakan keputusan di atas kertas karena Afsel dihukum gara-gara memainkan pemain yang tidak sah.

Reuni Broos
Afsel juga memiliki sosok pelatih yang memahami Kamerun, Hugo Broos. Delapan tahun silam, pelatih 73 tahun berkebangsaan Belgia itulah yang membawa Kamerun juara Piala Afrika 2017. Meski berhasil meraih prestasi tertinggi bersama Kamerun, Broos merasa pencapaiannya bersama Afsel saat ini lebih berkesan.

”Apa yang aku lakukan di tim ini (Afsel) membuatku jauh lebih puas. Bersama Kamerun, hasil seperti itu (juara Piala Afrika, red) sudah bisa diduga. Tetapi, di tim ini (Afsel), tidak banyak yang menyangka kami bisa melangkah sejauh ini,” kata Broos kepada Goal.

Regenerasi Skuad
Gol penentu kemenangan Kamerun atas Mozambik kemarin dicetak penyerang 19 tahun Christian Kofane menit ke-55. Selain Kofane, Kamerun mengandalkan pemain muda lain di Piala Afrika 2025 seperti bek kiri Stade Rennes Mahamadou Nagida (19 tahun) dan gelandang Brighton & Hove Albion, Carlos Baleba, 21 tahun.

Menurut Pagou, skuad Kamerun saat ini tengah menjalani proses regenerasi. ”Para pemain muda adalah masa depan sepak bola Kamerun. Mereka memiliki kualitas yang hebat dan banyak potensi,” tuturnya kepada All Africa.

Rekor Kofane
Bagi Kofane, gol kemarin merupakan gol pertama yang dia cetak Indomitable Lions. Selain terpilih sebagai man of the match, penyerang Bayer Leverkusen itu menorehkan sejarah sebagai pencetak gol termuda Kamerun di Piala Afrika sejak Samuel Eto’o (18 tahun) pada edisi 2000.

”Samuel Eto’o adalah legenda dan inspirasi bagi semua pemain muda Kamerun. Dibandingkan dengannya adalah sebuah kehormatan. Akan tetapi, aku ingin membangun jalanku sendiri,” kata penyerang berpostur 189 sentimeter itu dikutip dari Camfoot. (***)

Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO