
BANDA ACEH (BP) – Setelah viral di berbagai media sosial, harapan anak-anak penyintas banjir bandang dan tanah longsor untuk mendapatkan mukena dan Al-Qur’an akhirnya terwujud melalui kepedulian para donatur LAZ Batam–Batam Pos pada Jumat, 26 Desember 2025.
Relawan kemanusiaan LAZ Batam–Batam Pos, Syarifuddin, membagikan satu per satu mukena, jilbab, dan Iqra kepada anak-anak penyintas bencana. Pembagian bantuan dilakukan di depan Masjid Darul Muhlisin, salah satu lokasi pengungsian dan relokasi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.
Wajah ceria terpancar dari Rara, Amanda, Latisya, dan teman-temannya. Senyum sumringah tak terbendung saat mereka menerima mukena baru yang dibagikan langsung oleh Syarifuddin.
Tanpa dikomandoi, Rara dan teman-temannya langsung mengenakan mukena yang baru mereka terima. Tangan-tangan mungil itu pun terulur, berebut untuk bersalaman. Suasana haru tak mampu disembunyikan, namun sebagai relawan, perasaan itu harus disimpan rapat di dalam hati.
“Insyaallah aneuk-aneuk ka jeuet lom jak ngaji (Insyaallah anak-anak sudah bisa kembali mengaji),” kata Ustaz Ahmad Nabawi yang mendampingi anak-anak tersebut.
Rasa syukur juga disampaikan para orang tua. “Terima kasih kepada seluruh orang yang telah peduli kepada kami di sini. Semoga Allah Ta’ala membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu,” ucap salah seorang ibu sambil menatap anaknya yang mengenakan mukena dan memegang jilbab serta Iqra.
Sementara itu, Direktur Batam Pos, Raden Yusuf Hidayat, menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh donatur yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah mendukung program Peduli Bencana Sumatera.
“Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan Bapak dan Ibu dengan pahala berlipat,” tuturnya.
Hingga saat ini, LAZ Batam masih terus membuka pintu kebaikan bagi masyarakat yang ingin bersama-sama peduli dan membantu saudara-saudara terdampak melalui program Peduli Bencana Sumatra.
Selama 14 hari perjalanan kemanusiaan di Aceh Tamiang, LAZ Batam–Batam Pos telah menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Bantuan yang telah didistribusikan meliputi makanan dan minuman, perlengkapan tidur (kelambu dan tikar), terpal, alat pembersihan lumpur (cangkul, skop, dan gerobak sorong), layanan pemeriksaan dan pengobatan, pemasangan tandon air, penyediaan air bersih, serta perlengkapan ibadah dan Al-Qur’an.
Namun hingga saat ini, Aceh Tamiang masih mengalami krisis air bersih. Setiap hari, LAZ Batam–Batam Pos baru mampu mengirim satu tangki air dari Sibolangit ke Aceh Tamiang, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat. Pesan demi pesan terus masuk ke WhatsApp Ketua LAZ Batam, sebagian besar meminta kiriman air bersih, terutama untuk tandon-tandon air yang telah dipasang di lokasi terdampak.
Air adalah kebutuhan dasar yang tidak dapat digantikan. Mari ambil kesempatan ini sebagai amal jariyah terbaik.
Selain itu, masyarakat juga sangat merindukan perlengkapan ibadah. Ratusan mukena dan 300 Al-Qur’an telah didistribusikan, namun jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk menjangkau ribuan warga yang membutuhkan. Inilah saat terbaik untuk sedekah dan wakaf Al-Qur’an.
Bapak dan ibu dapat mendukung program ini melalui Bank CIMB Niaga Syariah di nomor rekening: 8600.0356. 6100 atas nama LAZ Batam.
Prabowo Soroti Kesehatan dan Jembatan Bailey
Presiden Prabowo Subianto menghabiskan malam tahun baru di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan di Desa Batu Hula, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Pantauan Jawa Pos (grup Batam Pos) yang ikut dalam rombongan presiden menunjukkan ratusan pengungsi Batang Toru antusias menyambut kehadiran Prabowo dan sejumlah menteri.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyatakan mayoritas pengungsi sudah kembali ke rumah. Pengungsian tetap dibuka untuk dapur umum.
“Malam tahun baru, Pak Presiden menginap di Tapanuli Selatan. Makan malam bersama warga, kemudian menonton film bersama mereka juga,” kata Teddy.
Terkait agenda presiden pada hari pertama 2026, Teddy menjelaskan, Prabowo berkunjung ke Aceh Tamiang untuk menyapa pengungsi dan meninjau penanganan pascabencana.
“Ada rumah hunian yang dibuat Danantara atas instruksi Bapak Presiden. Kemarin kami cek, sebagian huntara sudah jadi, jumlahnya sekitar 500 unit,” ujarnya.
Hasil pantauan sementara, kata Teddy, perekonomian warga mulai bangkit meski daerah tersebut termasuk yang mengalami kerusakan parah. “Beberapa warung dan toko sudah buka. Ada yang mulai bekerja,” ujarnya.
Salah seorang pengungsi dari Desa Hutagodang, Sariah Bogo Harahap, mengaku senang dengan perhatian pemerintah pusat. “Rumah kami hanyut. Hanya sempat membawa baju di badan. Saya berharap Bapak Presiden membangun rumah untuk warga desa,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos.
Perempuan 49 tahun itu masih mengungsi bersama tujuh anggota keluarganya, termasuk dua cucu balita. “Saya berharap Bapak Presiden juga membuat lapangan kerja. Saya tani dan sawah sudah hancur terkena banjir,” ucapnya.
Kehadiran Prabowo pada malam tahun baru di posko pengungsian turut menghibur warga, terutama melalui tontonan film dan pembagian mainan bagi anak-anak.
Selain kegiatan di posko, Presiden juga meninjau Jembatan Bailey di Sungai Garoga sekitar pukul 13.00 WIB. Jembatan tersebut dibangun di wilayah terdampak banjir dan longsor oleh Detasemen Zeni Tempur bersama PT Nindya Karya dan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum sejak Kamis, 18 Desember 2025. Jembatan Bailey berfungsi sebagai pengganti sementara jembatan lama yang rusak dan memutus akses ekonomi warga.
Jembatan ini memiliki bentang sepanjang sekitar 44 meter dan lebar 3,75 meter, mampu menahan beban hingga 30 ton. Kehadirannya diharapkan memulihkan konektivitas utama antara Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah serta memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Selain meninjau infrastruktur, Prabowo juga berdialog dengan para pekerja dan warga setempat, menegaskan percepatan pembangunan tetap harus memenuhi standar keselamatan dan target waktu yang ditetapkan.
Presiden melanjutkan kunjungan ke Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. Di lokasi tersebut, Presiden berdialog langsung dengan tenaga kesehatan yang telah bertugas sejak hari pertama bencana.
Dokter dari Kesdam I/Bukit Barisan, Kapten CKM drg. Alfian, menyampaikan tim medis telah bertugas selama 36 hari dan menangani sekitar 2.300 pasien. Kasus terbanyak ditangani infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan infeksi kulit. Posko Kesehatan Batu Hula disiagakan setiap hari dengan dukungan dua dokter, perawat, serta paramedis dari unsur TNI dan dinkes setempat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : Ratna Irtatik