Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Agusman Dikeroyok di THM Anambas Inn

ANAMBAS (BP) – Seorang pemuda asal Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Agusman, menjadi korban dugaan pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam (THM)...

Ariwibowo jadi Kadiskominfo

Slank Rilis Single Republik Fufufafa

JAKARTA (BP) – Slank kembali merilis single terbaru berjudul ”Republik Fufufafa”. Lagu ini sarat akan kritikan dan sindiran yang cukup pedas dari grup musik yang bermarkas di Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Single ”Republik Fufufafa” terasa spesial karena dirilis bertepatan dengan perayaan ulang tahun Slank ke-42.

Lagu ”Republik Fufufafa” berhasil mencuri perhatian sejak dirilis pada 27 Desember 2025 lalu. Official music video atas lagu ini berhasil menjadi trending di tangga lagu kanal YouTube, ditonton lebih dari 258 ribu kali sampai sekarang.

Anggota Slank tampil unik dalam video klip lagu ”Republik Fufufafa”. Mereka kompak mengenakan kostum badut. Netizen menganggap, kostum itu memiliki makna yang dalam terkait sikap kritis Slank yang hendak disampaikan lewat lagu terbarunya itu.
Lagu ”Republik Fufufafa” memberikan penggambaran tentang sebuah negeri kacau balau di mana ada ketimbangan yang sangat kontras.

Di satu sisi, banyak orang mengalami kurang gizi, stunting, IQ rendah, dll. Pada sisi yang lain, banyak orang hura hura, sakau pada narkoba, perjudian, wanita, hingga mereka yang gila untuk berkuasa.

Lirik lagu ”Republik Fufufafa” ditulis oleh Bimbim, diaransemen oleh Slank, dan proses rekaman lagunya dilakukan di sebuah studio.
Di media sosial, Slank justu menuai pro dan kontra atas hadirnya lagu ini. Ada yang memberikan respons positif karena Slank dianggap kembali ke jalan yang benar menyuarakan kritikan dan fenomena sosial lewat lagu.

Ada juga yang memberikan respons negatif terhadap Slank atas hadirnya lagu ”Republik Fufufafa”. “Dulu asik duduk manis di kursi komisaris sambil dapat privilege ring satu, sekarang pas angin politik berubah dan jatah mulai goyang tiba-tiba jiwanya balik lagi jadi aktivis jalanan yang paling vokal soal negara kacau,” komentar salah satu netizen. (*)

Reporter : JP Group
Editor : GUSTIA BENNY