Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Dua badan usaha milik negara (BUMN) di sektor maritim, PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT PAL Indonesia, semakin memantapkan langkah dalam mendorong kemandirian industri perkapalan nasional. Di tengah tekanan sektor energi dan dinamika geopolitik global, kedua perusahaan mempererat kerja sama guna memperkuat armada sekaligus mempercepat pengembangan industri maritim dalam negeri.
Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang meliputi pengembangan pembangunan dan modifikasi kapal, perawatan dan perbaikan armada, peningkatan kapabilitas industri, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.
Direktur Utama PIS Surya Tri Harto menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk menjawab tantangan industri energi yang semakin kompleks. Menurutnya, tantangan energi baik di dalam negeri maupun global menuntut PIS terus memperkuat armada dan layanan. “Kerja sama dengan PT PAL tidak hanya untuk menopang kebutuhan energi nasional, tetapi juga menjadi wujud komitmen dalam memajukan industri maritim nasional,” ujar Surya di Jakarta, Senin (29/12).
Saat ini, PIS mengelola sekitar 750 kapal, dengan 111 unit di antaranya merupakan kapal milik sendiri, sementara sisanya berstatus sewa.
Sementara itu, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menilai kerja sama tersebut sejalan dengan arahan pemerintah dalam mendorong kemandirian industri maritim nasional. Ia menambahkan, situasi geopolitik global justru dapat menjadi momentum untuk mempercepat penguatan industri dalam negeri.
“Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk menggerakkan industri maritim secara menyeluruh. Ketika kekuatan nasional dapat dikonsolidasikan, peluang pasar akan terbuka dan menghadirkan efek berganda bagi ekosistem industri maritim Indonesia,” katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO