Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir di Kota Batam sepanjang 2025 mencatat kenaikan signifikan. Nilainya menembus Rp15 miliar, meningkat tajam dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp11 miliar. Atas capaian tersebut, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memberikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam beserta para juru parkir.
Menurut Amsakar, lonjakan PAD ini tidak lepas dari pembenahan tata kelola parkir yang terus dilakukan Pemerintah Kota Batam.
Hal itu disampaikannya saat kegiatan pemasangan rompi baru bagi juru parkir yang digelar Pemko Batam melalui Dishub di halaman Kantor Dishub Kota Batam, Selasa (30/12) pagi. Acara tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.
“Acara ini dihadiri Forkopimda lengkap. Artinya, keberadaan Bapak dan Ibu semua sangat penting,” ujarnya di hadapan 539 juru parkir se-Kota Batam.
Amsakar menegaskan, peningkatan PAD parkir sejalan dengan misi Pemko Batam dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Menurutnya, tata kelola yang baik berawal dari mental aparatur yang tertib, disertai dukungan sarana dan prasarana memadai.
“Juru parkir adalah garda terdepan dalam memperoleh pendapatan asli daerah dari sektor parkir,” tegasnya.
Ia tidak menampik bahwa selama ini masih terdapat kebocoran dalam pengelolaan parkir. Persoalan tersebut dinilai berkaitan erat dengan sikap dan mental yang belum sepenuhnya dibenahi. Karena itu, ia mendorong adanya perbaikan menyeluruh.
Melalui pembagian atribut baru, Pemko Batam ingin memberikan apresiasi kepada para juru parkir sekaligus memotivasi peningkatan kinerja dan kedisiplinan. “Saya berharap ke depan kelemahan-kelemahan dalam tata kelola ini bisa diperbaiki,” katanya.
Menindaklanjuti keluhan rompi lama yang tak layak pakai, Pemko Batam resmi mengganti rompi bagi 539 juru parkir.
“Supaya lebih keren di lapangan,” ucap Amsakar yang disambut tepuk tangan.
Ia menekankan, peningkatan fasilitas harus sejalan dengan tanggung jawab yang lebih besar. Amsakar mengaku bangga atas kenaikan PAD yang dinilainya sangat signifikan. “Dari Rp11 miliar menjadi Rp15 miliar. Lebih dari Rp3 miliar peningkatannya,” ucapnya sembari mengapresiasi Kepala Dishub Batam, Leo Putra.
Menurutnya, potensi PAD parkir masih sangat besar jika dikelola optimal. Dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah serta penerapan parkir berlangganan, target lebih tinggi masih realistis dikejar. “Kalau target Rp20 miliar, mudah-mudahan bisa mendekati tercapai,” ujarnya.
Ia mengajak jajaran Dishub dan para juru parkir terus melakukan pembenahan, memberikan pelayanan terbaik, dan mengedepankan kepentingan daerah. “Berhenti bekerja untuk kepentingan pribadi. Dahulukan kepentingan daerah, bangsa, dan negara,” tutupnya. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO