Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

MBG Sekolah Dihentikan Sementara

BATAM (BP) – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nongsa 3 Batu Besar disesuaikan selama libur sekolah akhir tahun. Dapur yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Kepri tersebut untuk sementara menghentikan penyaluran ke sekolah dan memfokuskan pelayanan kepada kelompok rentan.

Kelompok prioritas dimaksud adalah ibu hamil, ibu menyusui, serta balita atau kelompok B3. Penyesuaian ini dilakukan seiring berkurangnya aktivitas belajar mengajar dan mengikuti arahan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar, Eva Andriani, menegaskan bahwa meski sekolah libur, dapur tetap beroperasi agar kelompok prioritas tidak mengalami kekurangan asupan gizi.

“Selama libur sekolah, kami tetap memproduksi MBG, tetapi difokuskan untuk kelompok B3. Untuk sekolah sementara tidak kami layani,” ujar Eva.
Selama masa libur, pendistribusian MBG kepada kelompok B3 dilakukan dua kali sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Pola tersebut disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi harian penerima manfaat.

“Setiap pengantaran kami berikan satu menu makanan basah siap santap dan dua menu makanan kering untuk kebutuhan hari berikutnya,” jelasnya.
Pada hari Senin, penerima manfaat memperoleh satu menu basah untuk dikonsumsi hari itu serta dua menu kering untuk Selasa dan Rabu. Skema yang sama diterapkan pada hari Kamis untuk kebutuhan Jumat dan Sabtu.

Sementara itu, distribusi MBG ke sekolah dihentikan sementara karena sebagian besar pihak sekolah memilih tidak menerima selama libur. Banyak siswa dan guru pulang kampung sehingga pengaturan pembagian makanan dinilai tidak efektif.
“Kami tidak bisa memaksakan. Sekolah-sekolah binaan memilih tidak menerima selama libur, sehingga produksi kami fokuskan untuk B3,” katanya.

Sebelum penyesuaian, Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar melayani 3.978 penerima manfaat yang tersebar pada 17 sekolah dan tiga posyandu. Namun sejak 22 Desember 2025, jumlah penerima berkurang menjadi 590 orang, seluruhnya dari kelompok B3.

Eva menambahkan, pihaknya masih menunggu kepastian dari BGN terkait dimulainya kembali produksi MBG untuk sekolah. Informasi sementara menyebutkan operasional normal akan kembali berjalan pada awal Januari 2026.
“Kami menunggu keputusan resmi dari BGN. Informasi sementara antara tanggal 5 sampai 8 Januari, tetapi belum ada penetapan final,” pungkasnya. (*)

Reporter : Yashinta
Editor : GALIH ADI SAPUTRO