Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Besok, Kontrak PT AGB Berakhir

Anggaran Pengelolaan Sampah Karimun Rp9 Miliar

KARIMUN (BP) – Pemerintah Kabupaten Karimun menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk pengelolaan sampah pada tahun 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengelolaan selama sembilan bulan, terhitung Januari hingga September 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karimun, Ahmadi, mengatakan kontrak pengelolaan sampah antara Pemkab Karimun dengan PT Anva Gemilang Bersama (AGB) akan berakhir pada 31 Desember 2025.

“Saat ini kami sedang menyiapkan administrasi untuk proses lelang melalui e-Katalog terkait pengelolaan sampah oleh pihak swasta. Kontrak pengelolaan sampah PT AGB dengan pemerintah akan berakhir pada 31 Desember 2025,” ujar Ahmadi kepada Batam Pos, Senin (29/12).

Ia menegaskan, proses lelang harus dilakukan sebelum kontrak berakhir agar tidak terjadi kekosongan pengelolaan sampah di lapangan. Langkah ini juga untuk mencegah penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) yang tidak terangkut.
“Anggaran sudah tersedia sebesar Rp9 miliar untuk pengelolaan sampah mulai Januari sampai September 2026. Sebelum 31 Desember 2025, lelang e-Katalog harus sudah dilakukan,” jelasnya.

Menurut Ahmadi, sistem e-Katalog dinilai lebih cepat dalam proses pengadaan barang dan jasa, sehingga pengelolaan sampah dapat langsung berjalan efektif sejak awal tahun.
“Dengan sistem e-Katalog, proses pengadaan lebih cepat. Harapannya, tepat 1 Januari 2026 pengelolaan sampah kembali berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan. Untuk pihak swasta yang mengelola, tentu akan dipilih penawaran dengan harga paling rendah sesuai ketentuan,” paparnya.

Terkait pendapatan dari retribusi sampah, Ahmadi menyebutkan sepanjang 2025 pihaknya telah melakukan sosialisasi, terutama di kawasan pasar.

“Mulai tahun depan, selain sosialisasi, kita juga akan menerapkan pembayaran retribusi sampah. Dari pengelolaan sampah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah,” jelasnya. (*)

Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY