BATAM (BP) – Promosi pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) dinilai masih lemah dan belum tepat sasaran, terutama untuk pasar internasional. Kondisi ini disebut menjadi salah satu penyebab belum optimalnya kunjungan wisatawan mancanegara, padahal Kepri memiliki potensi wisata bahari yang besar.
Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI) Surya Wijaya mengatakan, promosi pariwisata Kepri selama ini lebih banyak bertumpu pada upaya individual dibandingkan strategi terpadu yang dilakukan secara resmi oleh pemerintah.
“Kalau melihat fakta di lapangan, ramainya wisatawan Malaysia ke Batam dan Kepri bukan karena promosi pemerintah, melainkan promosi individual, seperti yang dilakukan para TikToker Malaysia, agen perjalanan, dan pelaku usaha pariwisata,” ujar Surya.
Menurut dia, fenomena tersebut menunjukkan promosi berbasis digital dan konten personal jauh lebih efektif dibandingkan promosi konvensional yang selama ini masih terbatas.
Surya juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan penerbangan internasional langsung. Ia mencontohkan rute penerbangan dari Korea Selatan yang dinilai belum memberikan dampak berarti bagi peningkatan jumlah wisatawan asing.
“Kita punya direct flight dari Korea, tetapi faktanya justru lebih banyak orang Indonesia yang pergi ke Korea dibandingkan orang Korea yang datang ke Batam atau Kepri. Ini masalah yang sangat fundamental,” tegasnya, yang juga menjabat Direktur Forum Jurnalis Pariwisata Kepri.
Ia menilai persoalan utama terletak pada arah promosi yang belum fokus ke luar negeri. Banyak negara justru aktif memasarkan destinasinya di Batam, sementara promosi Kepri di negara asal wisatawan masih minim.
“Promosi yang tepat itu seharusnya ke luar negeri, bukan hanya di lokal. Anggaran promosi harus dipakai untuk menarik wisatawan asing datang ke Kepri, seperti yang lazim dilakukan negara lain,” katanya.
Surya menambahkan, strategi promosi seharusnya menyasar pasar potensial secara langsung dengan pendekatan yang sesuai karakter wisatawan masing-masing negara.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan pariwisata di Kepri dapat melakukan terobosan nyata dalam strategi promosi ke depan.
“Kita menunggu gebrakan promosi pariwisata Kepri, terutama memasuki tahun 2026. Jika promosi tidak dibenahi, sulit berharap kunjungan wisatawan mancanegara meningkat signifikan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : GALIH ADI SAPUTRO