Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Nilai UMK Menggiurkan, Puluhan Ribu Pendatang Masuk Batam

Batam Tetap Jadi Primadona Pemburu Kerja

SEKUPANG (BP) – Awal tahun kembali menjadi momentum meningkatnya arus pendatang ke Kota Batam. Harapan mendapatkan pekerjaan di kawasan industri mendorong puluhan ribu warga dari ber­bagai daerah datang dan mengurus administrasi kependudukan untuk menetap di kota ini.

Pantauan Batam Pos di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Jumat (26/12), sejumlah warga terlihat mengurus surat pindah datang. Mayoritas pendatang mengaku baru tiba pada penghujung tahun, lalu memilih langsung mengurus dokumen kependudukan di awal tahun demi mempermudah mencari pekerjaan.

“Biasanya awal tahun banyak perusahaan buka lowongan kerja. Makanya kami datang sekarang,” ujar Imron, salah satu pendatang.
Hal senada disampaikan Yudi. Ia mengaku baru tiba di Batam dan langsung mengurus surat pindah serta KTP Batam. Menurut dia, kepemilikan identitas kependudukan Batam penting sebagai syarat administratif melamar pekerjaan.

“Katanya kalau sudah KTP Batam lebih cepat dapat kerja, jadi langsung diurus,” tuturnya.
Data Disdukcapil Kota Batam menunjukkan, sepanjang 2025 arus pendatang masih tergolong tinggi. Sebanyak 98.915 jiwa tercatat masuk ke Batam melalui 56.635 Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI). Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan warga yang pindah keluar Batam, yakni 70.945 jiwa.

Kepala Disdukcapil Kota Batam, Sri Miranthy Adhisty, mengatakan peningkatan pendatang pada awal tahun merupakan pola yang hampir selalu berulang. Momentum pembukaan lowongan kerja di sektor industri dan jasa menjadi faktor utama perpindahan penduduk.

“Awal tahun memang biasanya terjadi peningkatan pendatang. Banyak yang datang untuk mencari pekerjaan, ikut keluarga, atau karena penugasan kerja,” ujar Adhisty.
Ia menjelaskan, status Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan dengan upah menggiurkan masih menjadi magnet kuat bagi masyarakat, terutama dari Pulau Sumatera dan Jawa. Dari total pendatang tahun ini, perempuan mendominasi dengan 77.942 orang, sedangkan laki-laki sebanyak 20.973 orang.

Berdasarkan wilayah tujuan, Sekupang tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah pendatang terbanyak, yakni 17.451 surat datang. Disusul Sagulung 17.329 surat, Batam Kota 14.635 surat, Batu Aji 11.076 surat, dan Bengkong 10.058 surat.

Sementara itu, untuk penduduk yang pindah keluar Batam, kecamatan padat penduduk juga mendominasi. Sagulung mencatat 11.459 surat pindah, diikuti Batam Kota 11.321 surat, serta Sekupang 10.076 surat.

Adhisty menegaskan, Disdukcapil tetap menerapkan verifikasi ketat terhadap setiap pengurusan administrasi kependudukan, terutama pada awal tahun saat lonjakan permohonan meningkat.

“Kami pastikan semua berkas diverifikasi secara detail agar data kependudukan tetap valid dan akurat,” tegasnya.
Tingginya arus pendatang di awal tahun dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Kota Batam. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengimbangi pertumbuhan penduduk dengan penyediaan lapangan kerja, layanan publik, serta infrastruktur dasar agar pertumbuhan ekonomi berjalan seimbang. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO