Kamis, 2 April 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Diskon Tiket Pelni Dongkrak Lonjakan Penumpang Nataru

SEKUPANG (BP) – Program diskon tiket kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) terbukti mendorong lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan potongan tarif ini sekaligus menegaskan peran sejumlah daerah—terutama Batam—sebagai simpul penting pergerakan penumpang laut nasional.

Berdasarkan data Pelni per 25 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket diskon telah mencapai 265.304 lembar atau sekitar 68 persen dari total anggaran stimulus senilai Rp24,8 miliar. Artinya, sisa kuota diskon yang masih tersedia tinggal sekitar 32 persen.

Program stimulus ini memberikan potongan harga 20 persen dari tarif dasar kelas ekonomi. Program dimulai 21 November 2025 dengan periode keberangkatan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Pada tahap awal pelaksanaan, jumlah penumpang tercatat mencapai 164.385 orang.

Lonjakan terbesar terjadi pada 18 Desember 2025. Pada tanggal tersebut, jumlah penumpang menembus 27.765 orang, naik 97 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 14.046 penumpang. Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa transportasi laut kembali menjadi pilihan utama masyarakat, terutama di wilayah kepulauan.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menyebut program stimulus berjalan lancar dan disambut antusias oleh masyarakat.
“Penjualan tiket yang terus meningkat menunjukkan stimulus ekonomi dari pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya, khususnya bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan biaya lebih terjangkau selama libur akhir tahun,” ujarnya.

Menurut Ditto, peningkatan mobilitas penumpang paling terasa pada sejumlah rute favorit. Rute Belawan–Batam menjadi salah satu yang terpadat dengan 14.591 penumpang, disusul Batam–Belawan sebanyak 13.699 penumpang. Rute Jayapura–Biak, Makassar–Bau-Bau, dan Bau-Bau–Makassar juga mengalami kenaikan signifikan.

Data tersebut sekaligus menegaskan posisi strategis Batam dalam jaringan pelayaran nasional. Sepanjang periode Nataru, Batam masuk tiga besar pelabuhan tersibuk, baik untuk arus kedatangan maupun keberangkatan penumpang.

Untuk pelabuhan kedatangan, Makassar berada di posisi pertama dengan 21.095 penumpang, disusul Ambon 17.817 penumpang, dan Batam di peringkat ketiga dengan 16.670 penumpang. Pada arus keberangkatan, Makassar kembali memimpin dengan 20.423 penumpang, diikuti Ambon 19.931 penumpang, dan Batam 16.462 penumpang.

Tingginya arus keluar-masuk penumpang di Pelabuhan Batam menunjukkan kuatnya mobilitas masyarakat, baik untuk mudik, berlibur, maupun aktivitas ekonomi antardaerah. Kondisi ini sekaligus menegaskan peran Batam sebagai pintu gerbang utama wilayah barat Indonesia.

Meski terjadi lonjakan penumpang, Pelni memastikan aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas. Perusahaan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memastikan operasional berjalan sesuai standar keselamatan, termasuk pengaturan jumlah penumpang agar tidak melampaui kapasitas kapal.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Koordinasi dengan otoritas pelabuhan terus dilakukan agar pelayanan kepada penumpang tetap aman dan nyaman,” tegas Ditto.
Dengan sisa kuota diskon sekitar 32 persen, Pelni mengimbau masyarakat segera memanfaatkannya. Jika kuota stimulus telah terserap seluruhnya, tarif tiket akan kembali ke harga normal. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO