Kamis, 2 April 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Desain Kotak, Atap Datar, dan Warna Cokelat

Hunian di kawasan Arab atau Timur Tengah umumnya memiliki ciri khas berbentuk kotak, tanpa genteng, serta didominasi warna cokelat. Pilihan desain tersebut bukan sekadar soal estetika, melainkan berkaitan erat dengan kondisi alam dan nilai budaya masyarakat setempat.

Wilayah Arab dikenal memiliki iklim panas dan curah hujan yang rendah. Kondisi geografis ini memengaruhi cara masyarakat merancang rumah agar tetap nyaman untuk ditinggali. Selain faktor iklim, tradisi dan budaya Arab juga berperan besar dalam menentukan bentuk serta karakter hunian.
Berikut sejumlah alasan mengapa rumah-rumah di Arab dirancang berbentuk kotak, tanpa atap genteng, dan berwarna cokelat.

1. Bentuk Tertutup Demi Menjaga Privasi
Desain rumah di Jazirah Arab umumnya tertutup dan minim bukaan ke luar. Konsep ini bertujuan melindungi privasi penghuninya. Sebagian besar masyarakat Arab beragama Islam, yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan menjaga aurat, baik bagi perempuan maupun laki-laki.

Bangunan rumah bisa berupa satu ruang atau terdiri dari beberapa ruang sesuai kebutuhan pemilik. Pada rumah dengan satu ruang utama, area tidur biasanya dipisahkan menggunakan tirai atau sekat sederhana agar aktivitas pribadi tetap terjaga.

2. Atap Datar Tanpa Genteng
Berbeda dengan rumah di wilayah tropis, hunian di Arab jarang menggunakan atap miring atau genteng. Atap datar yang tinggi lebih banyak dipilih karena sesuai dengan kondisi cuaca yang jarang diguyur hujan.

Bagian atap sering dimanfaatkan sebagai ruang santai pada sore hari atau tempat menjemur barang. Selain itu, desain ini membantu sirkulasi udara berjalan lebih baik, sehingga suhu di dalam rumah terasa lebih sejuk meski cuaca di luar sangat panas.

3. Dinding Tanah Liat dan Dominasi Warna Cokelat
Warna cokelat muda atau warna tanah mendominasi dinding rumah-rumah Arab. Pemilihan warna ini bukan hanya soal visual, tetapi juga berfungsi memantulkan panas dan melindungi bangunan dari suhu ekstrem.

Warna yang menyerupai tanah liat juga membuat rumah tidak mudah terlihat kotor akibat debu dan pasir, mengingat wilayah Arab banyak dikelilingi gurun yang kerap dilanda badai pasir. Dinding rumah biasanya dibuat tebal dan tinggi dengan bahan dasar tanah liat.
Material tanah liat memiliki kemampuan menyerap panas pada siang hari dan melepaskannya kembali saat malam, sehingga suhu ruangan menjadi lebih stabil. Ketebalan dinding juga berfungsi memperkuat struktur bangunan agar tahan terhadap terpaan angin kencang.

4. Cerminan Nilai dan Budaya Arab
Bagi masyarakat Arab, rumah tidak sekadar tempat berlindung. Hunian dipandang sebagai simbol kehormatan dan martabat keluarga, termasuk sebagai ruang yang melindungi perempuan yang dijunjung tinggi dalam budaya setempat.

Rumah menjadi bagian penting dari identitas dan nilai-nilai budaya Arab yang kaya makna. Karena itu, desain hunian tidak hanya mempertimbangkan fungsi fisik, tetapi juga mencerminkan tradisi, norma, dan cara pandang hidup masyarakatnya.
Meski sarat nilai budaya, penyesuaian terhadap iklim panas dan kering tetap menjadi faktor utama dalam perancangan rumah di kawasan Arab. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO