Buka konten ini

MEJA dapur atau yang kerap disebut kitchen top table/kitchen top memiliki peran vital dalam desain interior hunian, khususnya di area dapur. Bagian ini menjadi pusat berbagai aktivitas, mulai dari memasak, memotong bahan makanan, hingga meletakkan peralatan dapur. Karena intensitas penggunaannya cukup tinggi, meja dapur perlu dirawat dengan tepat agar tetap menarik dan selaras dengan konsep dapur.
Saat ini, beberapa material yang paling banyak digunakan untuk meja dapur antara lain ToughTop, Solid Surface, dan granit. Digital Marketing Executive Aica Indonesia, Refi Aditya, membagikan sejumlah tips perawatan meja dapur berdasarkan jenis material tersebut.
Untuk meja dapur berbahan ToughTop, Refi menjelaskan bahwa material ini tengah populer di pasaran. ToughTop terbuat dari susunan kraft paper yang dipres dengan resin hingga menghasilkan lembaran keras setebal 3 milimeter. Material ini hadir dengan berbagai motif granit dan marmer, namun ditawarkan dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
“ToughTop bisa diaplikasikan langsung di atas plywood, meja keramik, hingga beton acian dengan bantuan lem sealant dan double foam tape,” ujar Refi, Senin (18/3).
Dalam perawatannya, meja ToughTop cukup dibersihkan menggunakan lap basah yang bersih tanpa perlu cairan pembersih khusus atau bahan kimia keras. Jika terdapat noda yang sulit dihilangkan, cukup gunakan sabun cuci piring, bilas, lalu keringkan dengan lap bersih. Karena tidak memiliki pori-pori, noda tidak mudah meresap sehingga proses pembersihan menjadi lebih mudah. Selain itu, ToughTop juga diklaim tahan panas dan cukup kuat terhadap goresan akibat pemakaian sehari-hari.
Sementara itu, Solid Surface juga menjadi pilihan favorit di kalangan pencinta interior dapur. Material ini mudah ditemukan di toko bahan interior dan terbuat dari campuran resin, akrilik, serta pigmen warna.
Untuk perawatan rutin, meja dapur Solid Surface dapat dibersihkan menggunakan cairan pembersih berbahan ammonia, kemudian dilap merata dan dikeringkan agar tidak meninggalkan bercak. Refi mengingatkan agar cairan tidak dibiarkan terlalu lama di permukaan karena material ini memiliki pori-pori yang memungkinkan cairan meresap dan sulit dibersihkan.
Apabila noda membandel muncul, pembersihan dapat dilakukan dengan campuran air dan pemutih atau alkohol denaturasi yang dituangkan ke kain bersih. Setelah itu, bilas dengan air dan lap hingga kering. Penggunaan alas tahan panas juga disarankan saat meletakkan panci panas, karena suhu tinggi berpotensi merusak permukaan Solid Surface. Selain itu, aktivitas memotong sebaiknya selalu menggunakan talenan agar permukaan meja tidak cepat rusak.
Untuk meja dapur berbahan granit, Refi menjelaskan bahwa material ini merupakan batuan alami dari dalam bumi yang diproses dengan tambahan mineral untuk menghasilkan beragam motif. Di Indonesia, granit cukup diminati karena memberikan kesan mewah dan memiliki nilai estetika tinggi.
Perawatan harian meja granit dapat dilakukan dengan membersihkannya menggunakan air hangat dan kain bersih. Jika cairan berwarna tumpah di atas permukaan granit, sebaiknya segera serap menggunakan tisu, bukan dilap, agar noda tidak menyebar. Setelah cairan terserap, bersihkan kembali dengan kain lembap air hangat, lalu keringkan.
Meski granit dikenal tahan gores, Refi tetap menyarankan agar tidak terlalu sering menggores atau memotong langsung di atas permukaannya. Ia juga menyarankan pemberian lapisan coating secara berkala untuk menjaga kondisi granit tetap optimal. Bercak air pun tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena dapat menimbulkan noda jika tidak segera dikeringkan.
Menurut Refi, perawatan yang tepat akan membuat meja dapur dari berbagai material memiliki usia pakai lebih panjang dan tetap sedap dipandang. Ia juga menyarankan agar konsumen memilih material kitchen top table yang unggul dari segi ketahanan terhadap goresan, air, dan panas, serta mudah dalam perawatan dan pemasangan. (***)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO