Buka konten ini
KARYAWAN dan buruh pabrik menjadi kelompok pekerjaan dengan jumlah penderita HIV terbanyak di Batam sepanjang Januari hingga November 2025. Selain itu, Kecamatan Batam Kota tercatat sebagai wilayah dengan temuan kasus paling tinggi dibanding kecamatan lainnya. Data tersebut disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyatakan temuan ini patut menjadi perhatian serius karena sebagian besar penderita berada pada usia produktif yang seharusnya menjadi penggerak pembangunan daerah.
“Dari data yang kami himpun, kasus HIV paling banyak berasal dari kelompok karyawan dan buruh pabrik, mencapai 204 orang. Ini menunjukkan kelompok pekerja formal masih sangat rentan terhadap penularan HIV,” ujar Didi, Jumat (26/12).
Selain buruh dan karyawan pabrik, kasus juga ditemukan pada kelompok pekerjaan lain-lain atau tidak diketahui sebanyak 132 orang. Selanjutnya pedagang, salesman, dan wiraswasta sebanyak 54 orang, serta kelompok tidak bekerja sebanyak 43 orang.
Tak hanya itu, kasus juga ditemukan pada ibu rumah tangga, mahasiswa/pelajar, hingga aparatur negara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa HIV tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang sosial.
“Ini menjadi pengingat bahwa HIV bukan hanya isu kelompok tertentu, tetapi masalah kesehatan masyarakat yang harus ditangani bersama,” tegasnya.
Dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Batam Kota menempati urutan pertama dengan 124 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Lubuk Baja dengan 86 kasus, Sagulung 71 kasus, dan Bengkong 70 kasus. Kasus juga tercatat di Kecamatan Sekupang, Sei Beduk, Batu Aji, hingga wilayah hinterland, meski dengan jumlah yang lebih rendah.
“Tingginya kasus di Batam Kota berkaitan dengan kepadatan penduduk, mobilitas yang tinggi, serta aktivitas ekonomi yang cukup dinamis,” jelas Didi.
Secara keseluruhan, Dinkes Batam mencatat 573 kasus HIV dari 12.924 orang yang menjalani tes HIV selama periode Januari–November 2025. Berdasarkan jenis kelamin, penderita didominasi laki-laki sebanyak 438 orang atau 76 persen, sedangkan perempuan 135 orang atau 24 persen.
Dominasi kasus pada laki-laki juga tampak dari positivity rate pemeriksaan. Laki-laki tercatat sebesar 2,6 persen, jauh lebih tinggi dibanding perempuan yang hanya 0,5 persen.
Jika dilihat dari kelompok usia, kasus paling banyak berada pada rentang 25–49 tahun dengan total 399 kasus. Kelompok ini merupakan usia produktif yang aktif secara sosial dan ekonomi sehingga berpotensi memperluas risiko penularan apabila tidak ditangani secara tepat.
Didi menegaskan, Pemerintah Kota Batam terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV melalui skrining aktif, edukasi perilaku hidup sehat, hingga pemberian terapi antiretroviral (ARV) secara rutin bagi penderita.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pekerja dan kelompok usia produktif, untuk tidak ragu melakukan tes HIV. Dengan deteksi dini dan pengobatan teratur, penderita tetap bisa hidup sehat dan produktif serta mencegah penularan lebih lanjut,” pungkasnya. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO