Buka konten ini

BATAM (BP) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan sebanyak 288.865 sekolah di seluruh Indonesia siap melaksanakan digitalisasi pembelajaran pada 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi digital di berbagai daerah.
Tak sekadar menyalurkan perangkat, Kemendikdasmen memastikan media pembelajaran digital yang dikirimkan telah terpasang konten pembelajaran. Dengan demikian, perangkat tersebut dapat langsung dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam proses belajar-mengajar.
Di Kota Batam, program digitalisasi pembelajaran mulai direalisasikan melalui penyaluran berbagai perangkat penunjang. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Kota Batam, Yusal, mengatakan program ini tidak hanya menghadirkan interactive flat panel (IFP) atau smart TV/TV interaktif, tetapi juga dilengkapi dengan laptop serta media penyimpanan konten berupa external hard disk (HDD).
“Digitalisasi pembelajaran ini tidak hanya sebatas pemasangan smart TV. Perangkat yang disalurkan sudah terintegrasi, mulai dari TV interaktif, laptop, hingga media penyimpanan konten pembelajaran,” ujar Yusal, Jumat (26/12).
Ia menjelaskan, penyaluran perangkat ke sekolah-sekolah di Batam telah dilaksanakan secara bertahap. Setiap sekolah penerima mendapatkan satu unit TV interaktif lengkap dengan laptop dan HDD.
“Beberapa waktu lalu smart TV sudah disalurkan. Selanjutnya, beberapa sekolah juga menerima laptop. Penyaluran ini mencakup semua jenjang, mulai dari PAUD hingga SMA,” tuturnya.
Selain distribusi perangkat, kata Yusal, Kemendikdasmen juga menyiapkan bimbingan teknis (bimtek) bagi guru dan sekolah penerima. Pelatihan ini dirancang agar tenaga pendidik mampu mengoptimalkan fitur-fitur digital yang tersedia, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif.
“Sasaran program ini bukan hanya menyalurkan perangkat, tetapi memastikan sekolah mampu memanfaatkannya secara maksimal. Dari guru di kota besar hingga sekolah di pelosok, semuanya harus bisa menjalankan digital classroom secara efektif,” ujarnya.
Program digitalisasi pembelajaran ini dirancang untuk membangun ekosistem kelas digital secara menyeluruh. Tujuannya memperkuat pemerataan kualitas pendidikan, memperluas akses belajar, serta menghadirkan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : PUTUT ARIYO