Buka konten ini

SURABAYA (BP) – Peningkatan penggunaan kendaraan listrik selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendorong PT PLN (Persero) memperkuat kesiapan infrastruktur pengisian daya. Saat ini, jarak rata-rata antartitik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dipadatkan hingga sekitar 28,5 kilometer.
Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmala Putri mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan sistem kelistrikan nasional selama periode libur panjang. Selain memastikan pasokan listrik rumah tangga tetap andal, PLN juga memberi perhatian khusus pada kelancaran perjalanan pengguna kendaraan listrik.
“Populasi mobil listrik di Indonesia saat ini sekitar 150 ribu unit. Kami memproyeksikan sekitar 26 ribu unit di antaranya akan beroperasi selama masa Nataru,” ujar Arsyadany saat mendampingi kunjungan Wakil Kepala Badan Pengatur BUMN Aminuddin Ma’ruf di Kantor PLN UID Jawa Timur, Surabaya, Senin (23/12).
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan periode Nataru tahun lalu, ketika populasi kendaraan listrik masih sekitar 68 ribu unit. Dengan demikian, pertumbuhan jumlah kendaraan listrik beserta mobilitasnya melonjak hingga lebih dari dua kali lipat.
Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, PLN menambah jumlah SPKLU hingga tiga kali lipat. Dari semula sekitar 500 unit, kini tersedia 1.519 SPKLU yang tersebar di 865 lokasi, baik di jalur tol maupun non-tol di wilayah Jawa dan Sumatra.
“Dengan jarak antartitik rata-rata 28,5 kilometer, pengguna kendaraan listrik diharapkan lebih nyaman dan tidak khawatir kehabisan daya saat perjalanan,” kata Arsyadany.
Selain itu, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU mobile sebagai langkah antisipasi tambahan. Fasilitas ini disiapkan untuk mengatasi kepadatan atau gangguan teknis di lokasi-lokasi rawan, seperti kawasan Cirebon yang kerap padat saat libur panjang.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir memastikan kondisi kelistrikan di Jawa Timur berada dalam status aman. Daya mampu sistem tercatat sebesar 10.135 megawatt (MW) dengan beban puncak 7.285 MW. Dengan demikian, cadangan daya masih mencapai 2.850 MW atau sekitar 28,12 persen. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO