Buka konten ini

LINGGA (BP) – Warga Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, mengeluhkan gangguan jaringan Telkomsel yang sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.
Akibat kondisi tersebut, berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan pemerintahan desa hingga nelayan, ikut terganggu.
Arif Rafandi, Kepala Desa Belungkur, mengatakan hampir setiap hari ada warga yang datang ke kantor desa untuk mengadukan masalah jaringan.
“Hampir setiap hari masyarakat datang ke kantor saya mengeluh terkait jaringan ini. Biasanya para nelayan yang pulang melaut menghubungi keluarga melalui telepon untuk membantu membawa hasil tangkapan,” ujar Arif Rafandi, Selasa (23/12).
Karena jaringan tidak berfungsi, nelayan terpaksa pulang ke rumah terlebih dahulu untuk menginformasikan keluarga sebelum kembali ke tambatan perahu. Tidak hanya itu, aktivitas kerja di kantor desa juga ikut terhambat, apalagi menjelang akhir tahun banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
“Hampir semua pekerjaan di kantor desa menjadi terganggu. Beruntung kami masih bisa memanfaatkan jaringan di desa sebelah, tapi anak-anak harus ke ujung pelabuhan dulu untuk terhubung internet dan menyelesaikan pekerjaan,” jelas Arif.
Arif menambahkan, gangguan jaringan ini sudah berlangsung satu bulan. Pihak desa telah berkoordinasi dengan Diskominfo Kabupaten Lingga, Diskominfo Provinsi Kepri, dan Telkomsel.
“Namun sampai saat ini belum ada tindakan. Tower yang ada di desa kami hanya mini tower dengan jangkauan 10 kilometer saja,” kata Arif.
Sejak 2022, desa telah mengajukan pembangunan tower induk agar jangkauan jaringan lebih luas. Telkomsel mengaku layak membangun tower induk di Desa Belungkur, tapi menunda hingga pembangunan tower di Desa Limbung selesai.
“Tower di Desa Limbung sudah hampir satu tahun selesai, namun tower induk di Desa Belungkur belum dibangun. Kami berharap masalah ini segera terselesaikan. Jika tidak, aktivitas masyarakat dan pemerintahan desa bisa lumpuh total,” pungkas Arif. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY