Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Dua peristiwa kekerasan yang melibatkan senjata tajam terjadi di Kota Batam dalam rentang waktu dua hari terakhir. Satu insiden berujung penikaman di Batuaji, sementara peristiwa lainnya berupa dugaan ancaman senjata tajam yang sempat membuat warga panik di Lubuk Baja.
Peristiwa penikaman terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Sabtu (20/12) sore sekitar pukul 17.30 WIB. Seorang pemuda dilaporkan mengalami luka tusuk di bagian punggung akibat cekcok dengan rekan kerjanya.
Korban diketahui bernama Renaldo Manik, 22, karyawan PT ASL yang berdomisili di Perumahan Puri Pesona, Batuaji. Saat kejadian, korban tengah dalam perjalanan pulang dari tempat kerja bersama kerabatnya, Lenaldi.
Menurut keterangan Lenaldi, di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan seorang rekan kerja. Korban kemudian menghentikan sepeda motornya hingga terjadi cekcok mulut.
“Di jalan kami bertemu teman kerja. Korban menghentikan motornya, lalu terjadi cekcok,” ujar Lenaldi.
Cekcok tersebut diduga berujung penyerangan secara tiba-tiba. Pelaku yang diketahui berinisial MA menyerang korban menggunakan senjata tajam.
“Korban ditikam sampai terjatuh. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri,” katanya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami dua luka tusukan di bagian punggung kanan dan segera dilarikan ke RSUD Embung Fatimah untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kasus ini sudah kami laporkan ke polisi karena perbuatannya sudah mengarah pada upaya menghilangkan nyawa seseorang,” ujar Lenaldi.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andy Pakpahan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi telah menerima laporan korban dan mengamankan pelaku. “Pelaku sudah kami amankan. Korban dan pelaku merupakan rekan kerja. Kejadian berawal dari cekcok,” ujar Andy.
Kejar-kejaran Bersajam Gegerkan Warga di Baloi
Sementara itu, suasana tegang juga terjadi di sekitar Bengkel Daihatsu Baloi, Kecamatan Lubukbaja, Senin (22/12) sore. Warga sempat panik setelah muncul dugaan kejar-kejaran menggunakan senjata tajam yang melibatkan hubungan keluarga.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan seorang warga bernama Anggi melalui layanan darurat Call Center 110 Polresta Barelang sekitar pukul 18.33 WIB. Dalam laporannya, Anggi menyebut orang tuanya diduga mengejar menantunya sambil membawa senjata tajam.
“Saat itu situasinya sudah ribut. Kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, makanya langsung menghubungi 110,” ujar Anggi.
Kejadian tersebut sempat menyita perhatian pengguna jalan dan warga sekitar bengkel. Beberapa warga memilih menjauh karena khawatir situasi berkembang menjadi kekerasan.
“Awalnya kami kira hanya cekcok biasa. Tapi setelah melihat ada senjata tajam, warga langsung waspada,” kata Rudi, salah seorang saksi mata.
Menindaklanjuti laporan tersebut, operator Call Center 110 Polresta Barelang segera berkoordinasi dengan Polsek Lubukbaja. Tak berselang lama, personel kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan. Kapolsek Lubukbaja, Rangga Primazada, melalui petugas piket membenarkan adanya laporan dugaan ancaman senjata tajam tersebut.
“Kami langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari 110. Situasi berhasil dikendalikan dan tidak ada korban,” ujar Rangga kepada Batam Pos, Selasa (23/12).
Petugas kepolisian melakukan pendekatan persuasif terhadap pihak-pihak yang terlibat guna mencegah konflik berlanjut. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI – M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO