Buka konten ini

YOGYAKARTA (BP) – Yogyakarta atau Jogja kembali menjadi destinasi liburan favorit pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di penghujung 2025. Lonjakan wisatawan terlihat dari membeludaknya kawasan Malioboro, sebagaimana terekam dalam video unggahan akun Instagram @wonderfuljogja.
Padatnya pengunjung membuat kawasan Malioboro tampak seperti lautan manusia. Akun tersebut bahkan menyertakan keterangan bernada hiperbolis, “bukan 5,5 juta wisatawan, tapi satu Indonesia liburan ke Jogja”.
Lonjakan wisatawan juga tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang kereta api menuju Yogyakarta selama masa libur Nataru. Berdasarkan laporan Radar Jogja (Batam Pos Group), volume penumpang mengalami kenaikan signifikan sejak awal masa angkutan.
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pada hari keempat masa angkutan Nataru, Minggu (21/12), tercatat sebanyak 51.875 penumpang di sejumlah stasiun wilayah Daop 6.
Jumlah tersebut terdiri atas 27.427 penumpang berangkat dan 24.448 penumpang turun.
“Volume penumpang terbanyak tercatat di Stasiun Yogyakarta, dengan jumlah keberangkatan sebanyak 12.978 pelanggan dan penumpang tiba atau turun sebanyak 11.059 pelanggan,” kata Feni.
Secara kumulatif, selama empat hari pelaksanaan Angkutan Nataru 2025/2026 yang dimulai sejak 18 hingga 21 Desember 2025, KAI Daop 6 telah melayani sekitar 201.510 penumpang.
“Jumlah itu terdiri atas 97.536 penumpang berangkat dan 103.974 penumpang turun,” ujarnya.
Feni menambahkan, angka tersebut masih berpotensi terus bertambah seiring mendekatnya puncak libur pergantian tahun 2025 ke 2026, mengingat penjualan tiket masih berlangsung.
Sementara itu, Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, membenarkan adanya peningkatan signifikan mobilitas kendaraan di sejumlah pintu perbatasan menuju Yogyakarta.
“Jika melihat data, memang terjadi peningkatan. Di lapangan pun terlihat jelas adanya lonjakan arus kendaraan,” kata Widya.
Kepadatan pengunjung di kawasan Kridosono–Malioboro mulai terlihat sejak Jumat (19/12). Kondisi lalu lintas semakin padat pada Sabtu (20/12), seiring digelarnya konser musik di Stadion Kridosono.
Kepadatan tersebut diperkirakan akan terus meningkat selama libur panjang Nataru. Untuk mengantisipasi risiko keselamatan, Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, salah satunya dengan menghadirkan alat kejut jantung otomatis (AED) di kawasan wisata.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan sedikitnya lima unit AED disiagakan di empat titik, yakni Teras Malioboro 1, Teras Malioboro 2, Plaza Malioboro, dan Taman Malioboro.
“Langkah ini sebagai antisipasi ketika kawasan Malioboro dipadati wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru,” kata Hasto. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK