Buka konten ini

SURABAYA (BP) – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menorehkan pencapaian signifikan menjelang tutup tahun. Perusahaan pelayaran tersebut berhasil mengamankan kontrak penyediaan armada kapal (marine fleet charter) dengan nilai sekitar Rp2,39 triliun untuk mendukung proyek Genting Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Kontrak jangka panjang itu diperoleh dari PT Layar Nusantara Gas (LNG). Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan bahwa dalam proyek Genting FLNG, perseroan akan menyiapkan enam unit kapal yang seluruhnya dibangun sendiri oleh ELPI.
Armada tersebut mencakup crew boat, pilot boat, offshore supply vessel (OSV), serta multi-purpose tug yang akan dioperasikan menggunakan skema sewa jangka waktu (time charter).
“Kapal-kapal ini akan menopang berbagai kebutuhan operasional FLNG, mulai dari pengangkutan kru, pelayanan pilot, pengamanan perairan, hingga dukungan ship-to-ship dan logistik dari basis suplai di Sorong,” kata Wawan di Surabaya, kemarin (22/12).
Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra, menyampaikan bahwa kontrak tersebut memiliki masa berlaku hingga 18 tahun, dengan estimasi nilai kumulatif mencapai Rp2,39 triliun sepanjang periode kerja sama. Ia menyebut kontrak ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
“Kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi ELPI sekaligus mencerminkan tingkat kepercayaan klien terhadap kemampuan dan pengalaman kami,” ujar Eka.
Saat ini, ELPI sedang menjalankan proses pengadaan serta pembangunan keenam kapal tersebut. Armada ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada kuartal III dan IV 2028, mengikuti jadwal pengembangan proyek Genting FLNG.
Penandatanganan kontrak dilakukan langsung oleh manajemen ELPI bersama Presiden Direktur PT LNG, Michael Tranggono. PT LNG merupakan bagian dari Genting Group yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pengoperasian fasilitas FLNG tersebut.
Proyek Genting FLNG diproyeksikan menjadi fasilitas FLNG ke-9 di dunia sekaligus yang pertama di Indonesia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO