Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Pemerintah pusat mendorong percepatan transisi energi nasional melalui pengembangan jaringan gas (jargas) perkotaan sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram. Kota Batam pun ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam pelaksanaan program strategis tersebut.
Penetapan Batam sebagai lokasi pilot project jargas mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Diskusi Rencana Pelaksanaan Program Jaringan Gas di Kota Batam yang dipimpin langsung Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, di Gedung Marketing Centre BP Batam, Senin (22/12).
Amsakar menyambut baik penunjukan Batam sebagai daerah percontohan pengembangan jaringan gas nasional. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat dan daerah, BUMN, maupun sektor terkait lainnya.
“Untuk mencapai tujuan besar program jargas, dibutuhkan ikhtiar bersama. Termasuk di dalamnya penataan Elpiji 3 kilogram yang selama ini menjadi sumber energi utama bagi rumah tangga,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, seluruh gagasan dan skema pelaksanaan program akan dibahas secara komprehensif oleh tim teknis agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar selaras dengan kondisi lapangan. Amsakar juga menyoroti kebijakan nasional terkait elpiji 3 kilogram, di mana kebutuhan masyarakat terus meningkat setiap tahun, sementara kuota nasional justru cenderung menurun.
“Batam telah ditetapkan sebagai pilot project. Saya berharap program ini benar-benar berhasil dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Semua sektor harus berkolaborasi untuk mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.
Pengembangan jaringan gas perkotaan menjadi salah satu indikator penting dalam program prioritas nasional untuk memperkuat kemandirian energi. Posisi Batam yang strategis sebagai kawasan industri, perdagangan, dan jasa bertaraf internasional dinilai relevan untuk penerapan infrastruktur energi modern yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinator Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Elen Setiadi, menilai Batam memiliki sejumlah keunggulan dalam pengembangan jaringan gas perkotaan. Di antaranya karakter geografis kepulauan yang memudahkan pengendalian distribusi, menekan risiko kebocoran, serta kesiapan masyarakat dalam pemanfaatan gas bumi.
“Apabila program ini berjalan dengan baik, Batam berpotensi menjadi role model nasional dalam transformasi energi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” ujar Elen. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO