Buka konten ini

BANGKOK (BP) – Malam di The Athenee Hotel, Bangkok, terasa berbeda. Gemerlap lampu dan tepuk tangan panjang menutup rangkaian PropertyGuru Asia Property Awards Grand Final 2025. Dua dekade usia ajang ini, dan Asia kembali menegaskan satu hal: industri properti belum kehilangan denyutnya.
Ajang bergengsi ini menjadi panggung bagi para pengembang, proyek, dan perancang terbaik yang telah melewati seleksi ketat dari 13 pasar properti di Asia. Mereka datang dengan satu cerita yang sama bertahan, berinovasi, lalu melesat.
Sorotan utama jatuh ke Hong Kong. Henderson Land Development Company Limited keluar sebagai Best Developer (Asia). Gelar itu kian kokoh setelah proyek ultra-mewah mereka, The Legacy – 8 Castle Road, Mid Levels, menyabet kemenangan ganda untuk kategori pengembangan dan desain. Elegan, eksklusif, dan presisi—citra properti kelas atas Hong Kong terpampang nyata.
Dari daratan Tiongkok, kreativitas desain tak kalah menyala. Firma internasional seperti Benoy dan Lead8 menunjukkan bahwa inovasi arsitektur masih menjadi senjata utama negeri tersebut dalam peta properti Asia.
Namun, tahun ini Malaysia mencuri perhatian. Dengan torehan 17 gelar Best in Asia, Negeri Jiran tampil sebagai pengumpul penghargaan terbanyak. JLand Group dan MTD Properties menjadi motor utama, unggul di sektor pengembangan industri hingga hunian terjangkau.
Indonesia pun pulang dengan kepala tegak. Sebanyak 15 penghargaan berhasil diraih, menegaskan kapasitas pengembang nasional di panggung regional. Keahlian membangun kawasan terpadu berbasis komunitas mengantarkan Paramount Land meraih gelar Best Township Developer (Asia).
Sinar Mas Land turut mengukir prestasi melalui pengembangan BSD City dan Grand Wisata, termasuk kolaborasi dengan Hongkong Land di Botanic Villa at NavaPark. Di sektor komersial, PT Putragaya Wahana mencuri perhatian juri setelah Thamrin Nine dinobatkan sebagai superblock ikonik yang menggabungkan hunian dan ruang kerja modern, sekaligus mengantar perusahaan itu meraih Best Commercial Developer (Asia).
Persaingan kian sengit dengan hadirnya Vietnam dan Singapura. Vietnam mengoleksi 14 kemenangan, dipimpin CapitaLand Development sebagai Best Sustainable Developer (Asia). Singapura tak mau kalah dengan 11 gelar, termasuk Best Residential Developer (Asia) yang diraih UOL Group Limited.
Filipina mencatatkan 10 penghargaan, dengan Robinsons Land mendominasi kategori properti mewah dan perhotelan. Sementara tuan rumah Thailand mengamankan tujuh kemenangan, menonjolkan keberanian desain melalui proyek visioner Reignwood Park.
General Manager PropertyGuru Asia Property Awards and Events, Jules Kay, menilai penutupan edisi ke-20 ini menjadi cermin ketangguhan industri properti Asia di tengah tekanan global. Menurutnya, para pemenang tak sekadar membangun gedung tinggi atau kawasan luas, tetapi juga menanamkan nilai jangka panjang yang berpijak pada keberlanjutan lingkungan dan dampak sosial.
Ketua Juri Grand Final, Thien Duong, menambahkan bahwa arah industri kini bergerak menuju proyek yang lebih manusiawi, adaptif terhadap teknologi, dan dirancang untuk bertahan lintas generasi.
Malam penghargaan itu juga menjadi momen penghormatan khusus. PropertyGuru Icon Award dianugerahkan kepada Supaluck Umpujh, Chairwoman The Mall Group, atas kontribusinya mengubah wajah ritel dan pengembangan mixed-use di Thailand. Seluruh proses penjurian, yang diawasi secara independen oleh HLB, memastikan setiap penghargaan jatuh ke tangan yang tepat.
Di Bangkok, Asia tak sekadar merayakan pemenang. Ia merayakan masa depan properti. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO