Buka konten ini

PERAN sebagai orang tua tidak berhenti ketika anak menamatkan pendidikan, memiliki pekerjaan, atau membangun rumah tangga. Dalam perspektif psikologi perkembangan, keberhasilan pengasuhan justru baru tampak jelas ketika anak telah dewasa—saat mereka mampu menentukan pilihan sendiri, mandiri secara emosional, dan tidak lagi bergantung pada arahan orang tua.
Pada tahap ini, cara anak bersikap kepada orang tuanya menjadi refleksi paling jujur dari pola asuh yang pernah mereka terima.
Ukurannya bukan lagi seberapa patuh mereka pada nasihat, melainkan bagaimana mereka memperlakukan orang tua ketika tidak ada kewajiban apa pun.
Dikutip dari Geediting, Rabu (17/12), psikologi memandang sejumlah perilaku anak dewasa sebagai indikator kuat bahwa orang tua telah menjalankan perannya dengan baik.
Pertama, anak tetap menjalin komunikasi tanpa harus diminta. Anak dewasa yang secara sukarela menelepon, mengirim pesan, atau menanyakan kabar menunjukkan ikatan emosional yang aman. Mereka menjaga hubungan karena rasa sayang dan kedekatan, bukan karena rasa takut atau tekanan moral. Kehadiran orang tua masih dirasakan penting dan menenangkan di tengah kesibukan hidup mereka.
Kedua, anak berani menyampaikan perasaan yang tidak nyaman. Kemampuan mengungkapkan ketidaksetujuan atau rasa terluka tanpa takut kehilangan kasih sayang menandakan lingkungan emosional yang sehat. Psikologi menilai hal ini sebagai hasil pola asuh yang memberi ruang pada emosi, bukan menghukumnya. Orang tua yang berhasil bukan yang selalu disenangkan, melainkan yang aman untuk diajak jujur.
Ketiga, anak memiliki batasan yang jelas dan orang tua tetap dihormati di dalamnya. Anak mungkin tidak selalu mengikuti saran orang tua dan memilih mengambil keputusan sendiri.
Dalam psikologi dewasa, kemampuan menetapkan batas adalah tanda kematangan emosional. Jika perbedaan itu tidak memutus hubungan, berarti anak belajar bahwa cinta tidak harus mengorbankan jati diri.
Keempat, anak nyaman menjadi diri sendiri di hadapan orang tua. Anak yang bisa bersikap santai, tertawa lepas, bahkan menunjukkan sisi rapuhnya tanpa rasa takut, menandakan bahwa orang tua dan rumah pernah menjadi ruang yang aman dan tidak menghakimi.
Kepercayaan semacam ini adalah hasil pengasuhan yang konsisten dan tulus.
Kelima, anak menghormati orang tua tanpa dilandasi rasa takut. Rasa hormat yang sehat tercermin dari kesediaan mendengarkan dan menjaga sikap, meski tidak selalu sepakat. Dalam psikologi, ini disebut otoritas yang dibangun atas kepercayaan, bukan kontrol. Orang tua didengar karena keteladanan, bukan karena tekanan.
Keenam, anak hadir saat orang tua membutuhkan. Kehadiran anak dewasa bukan hanya ketika mereka memerlukan bantuan, tetapi juga saat orang tua sakit, lelah, atau butuh dukungan emosional, menunjukkan empati yang berkembang dengan baik. Empati tumbuh dari pengalaman dibesarkan oleh orang tua yang dahulu juga hadir secara emosional.
Ketujuh, anak tidak menyalahkan orang tua atas kehidupannya. Anak dewasa yang matang mampu menerima masa lalu sebagai bagian dari proses, tanpa terus-menerus menyalahkan orang tua atas kekurangan hidupnya. Ini menandakan bahwa anak merasa cukup diterima dan didukung. Bukan berarti orang tua sempurna, melainkan cukup hadir dan mau belajar bersama.
Kedelapan, anak tetap membawa nilai yang ditanamkan orang tua dengan caranya sendiri. Meski jalan hidup anak berbeda dari harapan orang tua, nilai dasar seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kerja keras tetap melekat.
Psikologi menekankan bahwa pengasuhan yang sehat tidak mencetak tiruan orang tua, melainkan individu mandiri yang menghidupi nilai inti secara autentik. Pada akhirnya, keberhasilan orang tua tidak diukur dari seberapa besar kendali yang dimiliki, melainkan dari kualitas hubungan yang terjaga. Anak yang tetap hadir, jujur, saling menghormati, dan merasa aman bersama orang tuanya menjadi tanda bahwa pengasuhan berjalan di jalur yang tepat. Sering kali, orang tua terbaik adalah mereka yang menyadari bahwa proses belajar tidak pernah benar-benar usai. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO