Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang prospek penyaluran kredit perbankan pada 2026 akan lebih positif dibandingkan tahun berjalan, meskipun ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan. Optimisme tersebut tercermin dari Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disampaikan perbankan kepada OJK hingga akhir November 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan, secara kumulatif RBB menunjukkan kecenderungan peningkatan pertumbuhan kredit pada tahun depan, meski belum disertai penetapan target angka tertentu.
“Secara umum, pertumbuhan kredit pada 2026 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan 2025,” kata Dian di Jakarta, Jumat (19/12).
Pada tahun 2025, OJK mematok target pertumbuhan kredit di rentang 9–11 persen. Namun, hingga Oktober 2025 realisasinya belum sepenuhnya tercapai. Data menunjukkan kredit perbankan tumbuh 7,36 persen secara tahunan (year on year/YoY) dengan total penyaluran mencapai Rp8.220,2 triliun.
Dian menuturkan, sejumlah faktor berpotensi mendorong kinerja kredit pada 2026. Salah satunya adalah masih terbukanya peluang penurunan suku bunga, baik di tingkat global maupun domestik. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), menekan biaya dana, serta menjaga likuiditas perbankan.
“Jika suku bunga global bergerak turun, permintaan kredit berpeluang meningkat sehingga pertumbuhan penyaluran tetap terjaga,” ujarnya.
Selain faktor moneter, kekuatan fundamental perbankan nasional juga dinilai masih kokoh. Tingginya rasio permodalan perbankan disebut menjadi penyangga penting untuk menghadapi gejolak global sekaligus menopang ekspansi kredit.
Meski demikian, Dian menegaskan bahwa akselerasi kredit tidak hanya bergantung pada kebijakan suku bunga. Permintaan dari sektor usaha, prospek pertumbuhan ekonomi domestik, stabilitas politik dan keamanan, hingga kualitas sumber daya manusia turut berperan besar.
“Penguatan di berbagai aspek tersebut menjadi prasyarat agar pertumbuhan kredit dapat berlangsung berkelanjutan dan mendukung ekonomi nasional,” tutupnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO