Buka konten ini

LINGGA (BP) – Gurindam Dua Belas, karya monumental Raja Ali Haji, telah ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di Jakarta pada 10 Desember 2025.
Sebagai upaya memahamkan generasi muda terhadap makna yang terkandung dalam setiap bait Gurindam Dua Belas, Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kabupaten Lingga (LAM Lingga) mengenalkan nilai-nilai karya tersebut kepada mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Lingga, Kamis (18/12).
Dalam kegiatan tersebut, LAM Lingga menghadirkan Hanafi Ekra sebagai pembicara utama. Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau itu dinilai memiliki kepedulian dan perhatian besar terhadap upaya pelestarian budaya di Lingga.
Ketua LAM Lingga, Dato’ Wira Setia Utama Drs. Azmi, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan sekaligus melestarikan Gurindam Dua Belas di kalangan generasi muda.
“Kita berharap kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran kearifan Melayu, pengokoh karakter, serta jati diri bangsa yang berbudi dan berpekerti luhur di tengah derasnya pengaruh teknologi yang serba canggih,” ujarnya.
Hanafi Ekra menilai Gurindam Dua Belas merupakan karya penting Raja Ali Haji yang perlu terus dikenalkan dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, karya tersebut memuat banyak nilai dan filosofi kehidupan yang relevan sepanjang zaman.
“Gurindam Dua Belas adalah panduan dan pedoman pokok bagi berbagai ceruk kehidupan manusia. Ia berlandaskan pada sendi-sendi agama yang jelas antara suruhan dan larangannya,” kata Hanafi.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara terprogram dan berkelanjutan.
Sementara itu, Asisten I Pemkab Lingga, Zainal Abidin, yang mewakili Bupati Lingga, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman nilai-nilai Gurindam Dua Belas dapat menjadi pagar dalam menghadapi pengaruh perkembangan dunia yang serba cepat.
“Ini adalah upaya yang baik untuk menangkal pengaruh-pengaruh negatif. Dengan memahami nilai-nilai ini, generasi muda diharapkan mampu memilih mana yang patut diterapkan dan mana yang harus ditinggalkan,” ujarnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY