Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre masih terpantau melandai di awal libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Aktivitas pelabuhan saat ini justru didominasi oleh penumpang yang kembali ke negara asal setelah berwisata di Batam, khususnya menuju Singapura dan Malaysia.
Pantauan di lapangan, Minggu (21/12), menunjukkan antrean penumpang mengular di sejumlah konter tiket kapal feri. Sejak pagi, area pelabuhan dipadati penumpang yang membawa koper dan barang belanjaan. Mereka menunggu jadwal keberangkatan di ruang tunggu pelabuhan dengan tujuan utama Singapura dan Malaysia.
Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) KSOP Batam Centre, Pansaroan Samosir, mengatakan arus penumpang saat ini masih lebih banyak didominasi oleh keberangkatan dibandingkan kedatangan.
“Mereka datang pada Jumat lalu dan kembali pada Minggu ini. Jadi, saat ini penumpang yang berangkat masih lebih banyak daripada yang datang,” ujarnya.
Menurut Pansaroan, jumlah penumpang harian saat ini berada di kisaran 3.000 hingga 4.000 orang. Angka tersebut masih jauh di bawah kapasitas maksimal pelayanan pelabuhan yang mencapai sekitar 19.000 penumpang per hari.
“Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang bisa mencapai 6.000 orang per hari. Sekarang masih stabil di angka 3.000 sampai 4.000 penumpang,” katanya.
Meski demikian, KSOP memprediksi lonjakan arus penumpang akan mulai terasa pada 29 hingga 31 Desember 2025, seiring dimulainya libur panjang sekolah dan cuti bersama Natal dan Tahun Baru.
“Puncak arus libur Nataru diperkirakan terjadi pada 29 Desember. Jumlah penumpang bisa mencapai 5.000 hingga 6.000 orang per hari,” jelas Pansaroan.
Dari sisi operasional, Pelabuhan Internasional Batam Centre saat ini melayani sekitar 70 hingga 76 trip kapal feri per hari, dengan kapasitas rata-rata 200 penumpang per kapal. Jumlah tersebut dinilai masih mencukupi sehingga belum diperlukan penambahan jadwal keberangkatan.
“Sampai sekarang belum ada extra trip. Armada kapal sudah disiagakan dan masih mampu melayani arus penumpang,” tegasnya.
Namun demikian, pelayanan pelabuhan sedikit terkendala karena aktivitas sandar kapal hanya mengandalkan dua ponton aktif. Kondisi tersebut membuat kapal harus mengantre saat jam sibuk, sehingga waktu naik-turun penumpang menjadi lebih lama.
“Terkait ponton memang masih menjadi evaluasi. Tetapi selama koordinasi berjalan baik, kendala ini masih bisa diatasi,” ujarnya.
KSOP juga telah mendirikan posko pengamanan Nataru yang beroperasi hingga 5 Januari 2026. Posko tersebut disiapkan untuk memastikan keamanan, keselamatan, serta kelancaran arus penumpang, dengan dukungan petugas gabungan dari berbagai instansi.
Sementara itu, dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, memperkirakan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, akan meningkat seiring memasuki musim puncak liburan akhir tahun.
“Perkiraan kami akan ada lonjakan wisatawan yang berkunjung ke Batam, terutama pada peak season akhir tahun,” katanya.
Pemerintah Kota Batam sendiri menargetkan 1,5 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Hingga Oktober lalu, jumlah kunjungan telah mencapai sekitar 1,2 juta wisatawan.
“Sisa waktu hingga akhir tahun kami optimistis target itu bisa tercapai. Apalagi momen Tahun Baru biasanya selalu diikuti peningkatan kunjungan,” ujar Ardiwinata.
Dari sektor perhotelan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Batam pada Oktober tercatat sebesar 53,45 persen. Angka ini meningkat 1,35 poin dibandingkan September yang berada di level 52,10 persen, serta berada di atas rata-rata Provinsi Kepulauan Riau yang mencatat TPK 47,96 persen.
Peningkatan okupansi hotel tersebut menjadi sinyal bahwa pergerakan wisman tidak hanya sekadar transit, tetapi benar-benar menginap dan membelanjakan uangnya di Batam. Hotel-hotel di kawasan bisnis dan waterfront mencatat tingkat hunian lebih tinggi, terutama pada akhir pekan. (***)
Reporter : ARJUNA – YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO