Rabu, 1 April 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Tragedi Kemanusiaan hingga Misi Kemanusiaan

Tumpukan sampah rumah tangga tampak mengular di sepanjang ruas jalan tak jauh dari dekat Kawasan Industri Sekupang. f. rengga yuliandar/batam pos
Kasus kematian seorang wanita muda bernama Bela di kamar koan Blok VI, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, mulai terungkap.
DPRD Kota Batam menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 Tahun 2025, Kamis (18/12). Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi puncak rangkaian peringatan hari jadi kota yang telah berusia hampir dua abad tersebut. F. Istimewa untuk Batam Pos
Ratusan buruh melakukan unjuk rasa di depan kantor Wali Kota dan DPRD Batam, Kamis (18/12). Para perwakilan buruh melakukan rapat dengar pendapat dengan Wali Kota Batam, Ketua DPRD Batam, Kapolresta Barelang, dan anggota DPRD Batam. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim di Lapangan Bola Legenda Malaka, Batam Center, Senin (15/12). F. Istimewa untuk Batam Pos
Para motor yang dikemudikan TNI Angkatan Udara terbang di kawasan Engku Putri Batam Center membawa bendera Merah Putih dan Hari Jadi Batam saat latihan persiapan Solidarity Airshow dalam rangka Hari Jadi Batam ke-196, Rabu (17/12).

Pekan ini, Batam kembali disuguhi beragam peristiwa yang merekam denyut kehidupan kota industri sekaligus wajah sosial masyarakatnya. Dari tragedi kemanusiaan, gelombang aspirasi buruh, persoalan lingkungan, hingga momen seremonial dan misi kemanusiaan berskala nasional.

Tragedi berdarah mengawali pekan. Sebuah cekcok di kamar indekos berujung maut. Seorang karyawati rumah makan ditemukan tewas di dalam kamar kos, meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar. Polisi bergerak cepat mengamankan terduga pelaku, sementara garis polisi membentang di lokasi kejadian, menjadi saksi bisu betapa emosi sesaat dapat berakhir fatal.

Di sisi lain kota, ratusan buruh turun ke jalan. Mereka memadati kawasan depan Kantor Wali Kota dan DPRD Batam, menyuarakan tuntutan terkait hak dan kesejahteraan. Spanduk dibentangkan, orasi bergema, dan barisan aparat bersiaga mengawal jalannya demonstrasi. Aksi ini menjadi penegas bahwa suara buruh masih terus mencari ruang didengar di tengah dinamika ekonomi Batam.

Masalah lingkungan tak kalah menyita perhatian. Tumpukan sampah mengular di jalan dekat PT Volex. Bau menyengat dikeluhkan warga yang melintas dan bermukim di sekitar lokasi. Kondisi ini memantik keluhan soal pengelolaan sampah dan tanggung jawab bersama menjaga kebersihan kota.

Di tengah ragam persoalan, Batam juga merayakan sejarahnya. DPRD Batam menggelar Paripurna Istimewa memperingati Hari Jadi Batam (HJB) ke-196. Balutan nuansa seremonial dan reflektif mengingatkan kembali perjalanan panjang Batam, dari pulau kecil hingga menjadi kota strategis di gerbang Indonesia.

Sementara itu, semangat kemanusiaan terpancar dari Dermaga Magcobar. Bakamla RI melepas KN Pulau Dana-323, membawa 92,2 ton bantuan kemanusiaan untuk Sumatra. Kapal perlahan meninggalkan dermaga, mengangkut harapan bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus menegaskan peran Batam sebagai titik penting dalam misi kemanusiaan nasional.

Pekan ini, Batam kembali memperlihatkan wajahnya yang utuh—keras dan rapuh, gaduh dan peduli—terbingkai dalam lensa peristiwa yang mencatat denyut kehidupan kota dari hari ke hari. (***)

Reporter : TIM BATAM POS
Editor : JAMIL QASIM