Buka konten ini

JAKARTA (BP) — Sejumlah produsen otomotif asal Tiongkok belum seluruhnya membangun fasilitas manufaktur sendiri di Indonesia. Kendati demikian, pendirian pabrik mandiri tetap masuk dalam rencana jangka panjang. Daya serap pasar nasional yang besar serta iklim industri yang kian kompetitif membuat Indonesia diproyeksikan sebagai pusat produksi strategis di kawasan.
Jetour menjadi salah satu merek yang sejak awal memilih jalur produksi lokal. Saat resmi masuk ke Indonesia, Jetour langsung merakit kendaraan secara completely knocked down (CKD) dengan memanfaatkan fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM). Melalui kerja sama tersebut, tiga model Jetour telah diproduksi dan dipasarkan di Tanah Air.
Kemitraan Dorong Percepatan Produk
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Ranggy Radiansyah, menegaskan bahwa penggunaan pabrik mitra tidak menutup peluang kepemilikan fasilitas sendiri di masa depan. Menurut dia, pabrik mandiri tetap menjadi visi jangka panjang Jetour di Indonesia.
“Untuk saat ini, kolaborasi dengan Handal menjadi solusi paling efisien agar produk dapat lebih cepat hadir di pasar,” ujar Ranggy di sela kegiatan Jetour T2 Media Test Drive di BSD, Tangerang, Kamis (19/12).
Ranggy menjelaskan, strategi perakitan CKD sejalan dengan filosofi in market, for market yang diusung Jetour. Indonesia tidak sekadar dipandang sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai basis pengembangan produk. “Setiap model Jetour dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan konsumen lokal,” katanya.
Dari sisi distribusi, Jetour memastikan kesiapan pasokan untuk model terbaru. Jetour T2 yang diperkenalkan pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada Januari 2026, dengan pengiriman lanjutan berlangsung hingga Februari.
Pendekatan berbeda ditempuh Chery Sales Indonesia (CSI). Hingga kini, Chery belum mengambil keputusan untuk membangun pabrik sendiri, meskipun isu akuisisi fasilitas produksi PT Handal Indonesia Motor kerap mencuat ke publik.
President Director Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, mengatakan perusahaan masih mematangkan rencana tersebut. Informasi lebih lanjut baru akan disampaikan pada awal tahun depan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO