Buka konten ini

BATAM (BP) – Keluhan anak-anak yatim tentang kondisi fasilitas sekolah yang masih memprihatinkan mengetuk perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak, tidak hanya dari sisi kurikulum, tetapi juga sarana dan prasarana pendukung.
Penegasan itu disampaikan Li Claudia setelah mendengar langsung curahan hati para siswa saat penyerahan bantuan kepada anak-anak yatim di kawasan Nagoya City Walk, Kecamatan Lubukbaja, Selasa (16/12). Dalam kegiatan tersebut, ia berdialog dengan para siswa dan menyerap pengalaman mereka selama mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.
Beberapa siswa tingkat SMP mengungkapkan keterbatasan sarana penunjang pembelajaran di sekolahnya. Kondisi perpustakaan yang belum memadai, minimnya perangkat teknologi pembelajaran, serta ruang kelas yang mengalami kerusakan ringan.
Menanggapi hal tersebut, Li Claudia menyatakan keprihatinannya. Aspirasi anak-anak menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Baginya, kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kelayakan fasilitas yang menunjang kenyamanan dan semangat belajar peserta didik.
“Kami tidak akan menutup mata terhadap kondisi sekolah yang berdampak langsung pada kenyamanan dan semangat belajar anak-anak,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh keluhan yang disampaikan akan ditindaklanjuti bersama perangkat daerah terkait. Bahkan, Li Claudia secara khusus meminta para camat dan lurah untuk turun langsung memantau kondisi sekolah di wilayah masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan agar persoalan fasilitas pendidikan dapat terdeteksi sejak dini dan segera ditangani sebelum mengganggu proses belajar mengajar.
Selain menampung aspirasi, Li Claudia juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap bersemangat menuntut ilmu di tengah berbagai keterbatasan. Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar pendidikan, salah satunya melalui program bantuan perlengkapan dan seragam sekolah.
“Anak-anak harus tetap fokus belajar. Tugas kami memastikan mereka mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan mendukung masa depan mereka,” katanya. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : PUTUT ARIYO