Buka konten ini

AIR memegang peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Kecukupan cairan dibutuhkan agar organ-organ dapat bekerja optimal, suhu tubuh terjaga, serta proses metabolisme berjalan dengan baik.
Namun, kebiasaan minum air putih yang tampak sederhana kerap dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Salah satunya adalah mengonsumsi air dalam jumlah besar sekaligus.
Dokter Mochammad Islami menjelaskan, minum air sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan langsung banyak dalam satu waktu. Pola ini dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh.
“Minum yang cukup itu penting, tetapi harus dicicil dari pagi sampai malam. Kebutuhan rata-rata sekitar satu gelas 200 cc per jam, bukan diminum sekaligus dalam satu waktu,” kata Islami, dikutip dari kanal YouTube AFC Lifescience Indonesia Official, Kamis (4/11).
Ia menuturkan, asupan cairan berlebihan dalam satu waktu dapat membebani kerja ginjal dan jantung. Karena itu, cara minum yang dianjurkan adalah perlahan dan teratur.
Menurut Islami, konsumsi air dapat dilakukan sedikit demi sedikit, misalnya setengah gelas setiap setengah jam, agar tubuh dapat menyesuaikan dan organ tidak bekerja terlalu berat.
Selain itu, ia juga mengingatkan soal kebiasaan minum air menjelang waktu tidur. Pada malam hari, tubuh seharusnya berada dalam fase istirahat, termasuk organ-organ di dalamnya.
Jika terlalu banyak minum sebelum tidur, sejumlah organ justru dipaksa tetap aktif bekerja. Kondisi ini berpotensi mengganggu kualitas istirahat.
“Pada malam hari tubuh seharusnya beristirahat. Jika kita minum terlalu banyak, bukan hanya ginjal, tetapi organ lain juga ikut bekerja,” ujarnya.
Untuk menghindari gangguan tersebut, Islami menyarankan agar konsumsi air dilakukan secukupnya sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur. Jika merasa haus, minum seteguk air dinilai cukup, selama kebutuhan cairan harian sudah terpenuhi sejak siang hari.
Ia menambahkan, kebiasaan minum berlebihan menjelang tidur dapat mengganggu proses regenerasi tubuh dan memengaruhi fungsi hati yang memiliki ratusan peran penting dalam metabolisme.
Dalam jangka panjang, pola minum yang keliru berisiko berdampak buruk pada kesehatan ginjal.
“Proses regenerasi bisa terganggu, fungsi hati ikut terdampak, dan pada akhirnya berisiko merusak ginjal,” kata Islami. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO