Buka konten ini
BATAM (BP) — Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) kembali memberangkatkan kapal misi kemanusiaan melalui program Bakamla RI Peduli Sumatra.
Kali ini, KN Pulau Dana-323 dilepas dari Dermaga Magcobar, Batuampar, Batam, Kamis (18/12), membawa bantuan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatra.
Pelepasan kapal dipimpin Direktur Operasi Udara Maritim Bakamla RI, Laksamana Pertama Bakamla Bambang Somantri. Ia menegaskan, keberangkatan KN Pulau Dana-323 merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
“Selain menjaga keselamatan dan keamanan laut, Bakamla RI juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Ini adalah bentuk kepedulian negara,” ujar Bambang.
KN Pulau Dana-323 mengangkut bantuan kemanusiaan dengan total muatan 92,2 ton. Bantuan tersebut terdiri atas sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan dan peralatan mandi, obat-obatan, alat ibadah, perlengkapan sekolah, kebutuhan bayi, serta peralatan pendukung seperti rice cooker dan genset.
Seluruh bantuan telah diverifikasi dan tercatat dalam manifes pengangkutan. Bakamla RI memastikan seluruh barang ditata dengan baik dan dalam kondisi siap pakai. Khusus pakaian, telah melalui proses seleksi sehingga dapat langsung digunakan oleh korban setibanya di lokasi tujuan.
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah, Bakamla RI, dan masyarakat Kepri dalam membantu korban bencana di Sumatra. Menurutnya, kepedulian tersebut mencerminkan kuatnya solidaritas sosial masyarakat Kepulauan Riau.
“Antusiasme masyarakat dan berbagai organisasi di Kepri sangat luar biasa. Ini bukan kali pertama Kepulauan Riau bergerak membantu saudara-saudara kita di Sumatra. Pemerintah daerah dan Bakamla RI selalu hadir dalam setiap misi kemanusiaan,” kata Iman.
Ia menegaskan, pemerintah daerah mendukung penuh langkah Bakamla RI yang menyiapkan armada laut untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Penggunaan jalur laut dinilai sebagai solusi strategis untuk menjangkau wilayah terdampak secara cepat dan efektif.
Misi kemanusiaan ini merupakan kelanjutan dari pengiriman bantuan sebelumnya melalui KN Pulau Nipah-321 yang dilepas pada Kamis (11/12) lalu. Kedua kapal membawa bantuan masyarakat Batam dan sekitarnya untuk disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra melalui Pelabuhan Lhokseumawe, Aceh.
Waktu tempuh pelayaran menuju Lhokseumawe diperkirakan sekitar dua hari, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan pelayaran dan keamanan muatan selama perjalanan. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK