Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan, agar seluruh distributor bahan pokok tidak melakukan penimbunan sembako menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ia meminta stok barang yang tersedia saat ini segera disalurkan ke masyarakat. Penegasan itu disampaikan Aneng saat memimpin rapat persiapan Nataru, Kamis (18/12).
Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta distributor dan pelaku usaha.
Menurut Aneng, kondisi geografis Anambas sebagai daerah kepulauan sangat rentan terhadap gangguan distribusi, terutama saat memasuki musim angin utara yang kerap disertai cuaca buruk.
“Momentum Nataru ini bertepatan dengan musim angin utara dan cuaca ekstrem. Jangan ada distributor yang menahan barang di gudang,” tegas Aneng.
Ia menilai, penimbunan sembako hanya akan memperburuk kondisi masyarakat, terutama jika distribusi terhambat akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk di laut.
Aneng menegaskan, ketersediaan sembako saat ini sejatinya masih mencukupi. Karena itu, distributor diminta menjual stok secara normal dan tidak menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kalau barang ada, segera keluarkan. Jangan ditahan demi kepentingan tertentu. Kepentingan masyarakat harus diutamakan,” ujarnya.
Selain pengawasan distribusi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas juga menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat kurang mampu sebagai langkah antisipasi lonjakan kebutuhan selama Nataru.
Bantuan berupa beras dan minyak goreng itu disalurkan kepada 1.676 keluarga penerima manfaat yang tersebar di sejumlah kecamatan.
“Kami ingin masyarakat kurang mampu bisa melewati momen Nataru dengan tenang,” kata Aneng.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi warga di tengah cuaca yang tidak menentu dan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Pemkab Anambas juga menyiapkan stok beras cadangan Bulog sebanyak 276 ton sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan distribusi atau keadaan darurat akibat cuaca ekstrem.
“Negara harus hadir. Pemerintah daerah tidak boleh lengah. Kami pastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia selama Nataru,” tutup Aneng. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY