Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Universitas Batam (Uniba) menjalani evaluasi lapangan atas usulan pembukaan Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (KKLP), Senin (15/12). Evaluasi ini menjadi tahapan penting dalam proses perizinan pendirian program studi spesialis di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Batam.
Kegiatan evaluasi lapangan tersebut dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) bersama sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai institusi. Turut hadir utusan dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Kolegium Obstetri dan Ginekologi, serta Kolegium Kedokteran Keluarga Layanan Primer.
Kehadiran berbagai unsur ini bertujuan menilai kesiapan Universitas Batam, baik dari aspek akademik maupun klinik, dalam menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis. Penilaian meliputi kurikulum, ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendidikan, hingga kesiapan rumah sakit jejaring sebagai wahana pendidikan klinik.
Rektor Universitas Batam, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan harapannya agar pembukaan Program Studi Spesialis Obgyn dan Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.
“Melalui pembukaan program studi ini, kami berharap dalam jangka waktu sepuluh tahun ke depan setiap puskesmas dapat memiliki minimal satu dokter spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (Sp.KKLP), sehingga pelayanan kesehatan primer semakin optimal,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti menjelaskan bahwa evaluasi lapangan tidak hanya menilai kesiapan institusi pengusul, tetapi juga mempertimbangkan aspek pemerataan dan kebutuhan sebaran dokter spesialis di daerah. Menurutnya, Kota Batam memiliki potensi kuat untuk pengembangan pendidikan dokter spesialis, baik di bidang Obstetri dan Ginekologi maupun Kedokteran Keluarga Layanan Primer.
“Batam memiliki posisi strategis serta dukungan fasilitas kesehatan yang memadai untuk menjadi pusat pengembangan pendidikan dokter spesialis di wilayah Kepulauan Riau,” ungkapnya.
Di sisi lain, pihak RS Hj. Bunda Halimah sebagai salah satu rumah sakit jejaring pendidikan menyatakan telah menyiapkan berbagai aspek pendukung. (*)
Reporter : M SYABAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO