Buka konten ini
BATAM (BP) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meninjau langsung operasional gerai Koperasi Merah Putih di Kecamatan Sagulung, Senin (15/12). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih berjalan sesuai tujuan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Dalam kunjungannya, Amsakar menegaskan Koperasi Merah Putih harus dikelola secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip persaingan usaha yang sehat, transparan, dan berkeadilan. Menurutnya, kehadiran koperasi tidak boleh menimbulkan distorsi pasar, melainkan menjadi penopang ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
“Koperasi ini tidak hanya hadir sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat. Karena itu, pengelolaannya harus profesional dan tetap berada dalam koridor persaingan yang sehat,” ujar Amsakar.
Selain aspek tata kelola, Amsakar juga menaruh perhatian pada ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok yang dipasarkan koperasi. Sejumlah komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, hingga LPG 3 kilogram dinilai memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Ia menekankan kelancaran distribusi menjadi faktor krusial agar kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Pemerintah ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” tambahnya.
Saat ini, Koperasi Merah Putih di Batam telah mulai beroperasi di sejumlah kecamatan. Pemerintah Kota Batam, kata Amsakar, berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar koperasi tumbuh sehat, dikelola secara akuntabel, serta mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam, Salim, mengatakan bahwa pembentukan koperasi ini sejalan dengan instruksi Presiden dan Peraturan Menteri Koperasi terkait percepatan pengembangan koperasi di daerah. Sedikitnya, Batam telah memiliki 64 koperasi, namun tantangan besar adalah memastikan agar koperasi-koperasi itu benar-benar aktif beroperasi, bukan sekadar berdiri di atas kertas.
“Kami komitmen agar koperasi ini tetap hidup. Dari 64 KMP di Batam, Pulau Buluh menjadi salah satu yang paling siap. Bahkan persiapannya sudah jauh-jauh hari dilakukan. Karena itu, hari ini Pak Wali bisa melihat langsung kesiapan koperasi ini,” ujar Salim. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK