Prilly Latuconsina comeback membintangi film horor setelah beberapa tahun absen. Dia kembali dipercaya menghidupkan karakter Risa dalam film horor terbaru, Danur The Last Chapter.
Prilly mengungkapkan tidak ingin main film horor selain Danur Universe. Sebab, proyek tersebut memiliki makna personal yang begitu mendalam bagi perjalanan karir Prilly di dunia layar lebar.
Kekasih Omara Esteghlal itu menyatakan, debutnya di film Danur: I See The Ghost (2017) merupakan pintu gerbang pembuka jalannya dari sinetron ke film.
“Itu film pertama yang mempercayakan aku sebagai pemeran utama,” kata Prilly di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Apalagi, saat itu kemampuan beraktingnya masih dipandang sebelah mata. Di mana kasta kualitas akting pemain sinetron lebih rendah dari aktor.
“Ketika itu aku sangat berjuang sekali untuk berpindah dari sinetron ke film. Karena saat itu ada stigma artis sinetron tuh nggak bagus kalau main film,” tutur Prilly.
Di sisi lain, pada era munculnya Danur kali pertama 8 tahun lalu, industri film horor tidak segencar beberapa tahun terakhir. Kondisi itu yang membuat Prilly sangat menghargai jajaran tim produksi yang mempercayakan karakter Risa kepadanya.
“Karena saat itu imej film horor lagi jelek. Sudah aku di-bully gara-gara artis sinetron, ditambah industrinya lagi nggak mendukung. Jadi, aku pun harus memantapkan diri, kira-kira ini keputusan tepat atau nggak, ya?” jelas Prilly.
Namun, dia berhasil mendobrak stigma itu. Dan membalikkan keadaan untuk film horor modern Indonesia. Pada saat itu, Danur: I See The Ghost berhasil mendapat perolehan jumlah penonton lebih dari 2 juta. Saat film horor lain, engap-engapan untuk bisa tembus satu juta penonton.
Pengalaman serta keadaan itu yang membuatnya setia dengan Danur Universe. Bahkan, Prilly rela menolak sejumlah tawaran film horor lain yang datang kepadanya. Walau di balik itu, kedekatannya dengan tokoh Risa menjadi alasan lain dari keputusan itu.
“Selama itu juga kan aku nggak ambil film horor lain. Aku merasa mengkhianati karakter Risa kalau belum selesai, tapi sudah main di film horor lain. Jadi, aku harus menyelesaikan perjalanan dengan Risa dulu,” terang Prilly.
Ditambah, tingginya minat penggemar terhadap kelanjutan film Danur begitu tinggi. Sering dia ditanya tentang Danur, meski sedang membintangi film lain.
“Setiap ke mana pun pasti aku selalu ditanya, Danur kapan? gitu,” jelas Prilly.
Film Danur The Last Chapter disutradarai Awi Suryadi di bawah naungan rumah produksi MD Pictures. Film tersebut diproyeksikan untuk tayang pada 2026. (***)
Karya : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol