
Sumber cuan bisa datang dari mana aja, selagi kita serius menekuni, belajar, dan pantang menyerah, hobi pun bisa menjadi penghasilan yang menjanjikan.
Tri Cahyaningtyas, atau kerap disapa Tri, berusia 33 tahun, seorang ibu rumah tangga yang suka mengisi waktunya dengan berjualan manik-manik sejak tahun 2017, baik itu jualan online, ikutan bazar, hingga mengadakan workshop.
Tri menamai usahanya dengan sebutan Nymph’s Craft, merupakan nama brand yang ia buat sejak SMP, Tri mengaku suka baca buku dengan genre fantasy, dan kata nymph ia dapatkan sewaktu ia membaca buku mitologi Yunani, yang artinya peri hutan.
”Jadi sejak saat itu setiap saya membuat identitas atau username, selalu pakai nama nymph, jadi sudah melekat,” ungkapnya sembari tersenyum.
Tri bercerita, ia mulai jualan tepatnya sejak masih duduk di bangku Sekolah Teknik Menengah (STM), awalnya ia membuat berbagai aksesoris dari tali sepatu, seperti gantungan hp dan bros. Kemudian vakum ketika lulus sekolah, karena Tri memutuskan untuk bekerja sambil kuliah.
”Sebelumnya saya kerja di kantor, kemudian resign ketika punya anak, dan akhirnya saya memulai lagi jualan manik-manik, karena mulai merasa bosan dengan rutinitas menjadi ibu rumah tangga,” terangnya.
Tri menyukai manik-manik sedari kecil, awalnya ia mencoba membuat aksesoris dengan mencari referensi dari luar negeri melalui Instagram, YouTube, dan Pinterest secara otodidak. Saat itu, yang menarik minatnya adalah aksesoris dari resin, dan menjadi produk pertama yang ia jual.
Seiring berjalannya waktu, saat itu Tri tengah mengandung anak kedua, ia memutuskan untuk membatasi membuat aksesoris dari resin, karena dari bahan kimia. Lalu ia mencoba explore ke kerajinan yang lain, di tahun 2019 Tri mulai membuat macrame sebagai selingan, dan tetap kembali membuat aksesoris dari manik-manik.
”Saya lebih menyesuaikan dengan trend pada saat itu, contohnya tahun 2020-2021 jaman covid, saya buat tali masker, dan Alhamdulillah laku keras, lalu setelah covid selesai, saya beralih ke phone strap dan bag charm, nah di nymphs craft ini sebenernya yang saya highlight adalah bag charm figurine,” paparnya.
Tri menjelaskan, ia membuat aksesoris hanya saat waktu luang saja, kebanyakan mengerjakan custom order, dan karena dikerjakan sendiri, jadi sangat santai, tidak ada target, kecuali jika ada bazaar atau workshop. Kebanyakan customer menggunakan sistem PO, walaupun tetap akan ada yang ready stok, tapi tidak banyak.
”Untuk saat ini saya buat phone strap, bag charm, keychain, jam manik, cincin, gelang, kalung, bros, mini buket manik, dan lain-lain, mulai dari 5 ribu sampai 150 ribu,” sebutnya.
Saat ini, Tri masih berjualan secara online di Instagram @nymphs.craft, beberapa kali mengikuti bazar dan juga ada stockist di Jills Cafe, Batam Center. Tak hanya itu, Tri juga sering mengadakan workshop, baik mandiri ataupun collab bersama brand, sampai saat ini sudah 20x lebih workshop yang sudah pernah ia buat.
”Beberapa brand yang pernah bekerja sama dengan saya, seperti Bank BI (pipebi), wardah, makeover, sushi tei, glad2glow, skintific, the palace jewelry, dan the core lab pilates studio,” sebut Tri.
Ia tak pernah menyangka, dengan modal awal sekitar 500 ribu sewaktu awal mulai jualan, Tri pernah mendapatkan orderan sebanyak 100 pcs bros, untuk workshop peserta terbanyak pernah mencapai 51 orang, dan kini omzet perbulannya bisa mencapai 4-5 juta.
Baginya, sejauh ini ia cukup menikmati prosesnya, karena sedari awal memang diniatkan untuk aktualisasi diri, menyalurkan hobi, dan menambah relasi, dan kalau cuan itu nomor sekian. Menurutnya, kegiatan ini juga bentuk healing bagi inner childnya, karena sedari kecil dirinya menyukai manik-manik, tapi pada saat itu belum mampu membeli bahan-bahan maniknya dan belum terarah.
”Intinya kenali potensi diri, mulai dengan langkah kecil, jangan patah semangat, jika tidak lancar di awal, tetap konsisten, pasarkan jualan dengan baik melalui sosmed, serta lakukan improvement berkala,” ujar Tri.
Tri berharap, kedepannya bisa punya store sendiri, sehingga customer bisa walk-in workshop dan belanja kapan aja sambil berinteraksi langsung dengan dirinya.
”Semoga terus ada dan bisa menciptakan aksesoris-aksesoris lucu yang otentik,” ucapnya di akhir perbincangan. (***)
Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : JAMIL QASIM