Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pasar apartemen Jakarta bergerak stabil dengan beberapa dinamika penting dari sisi pasokan, permintaan, hingga pergerakan harga. Leads Property mencatat suplai kumulatif apartemen strata-title kini mencapai 259.900 unit, menunjukkan pasokan masih pada fase moderat tanpa ledakan proyek baru.
Di tengah kondisi itu, permintaan sepanjang kuartal hanya 288 unit, dengan porsi terbesar datang dari segmen upper dan luxury.
“Ini menunjukkan bahwa konsumen menengah atas masih menjadi motor transaksi di Jakarta,” ujar Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy PT Leads Property Services Indonesia.
Jumlah unit yang belum terserap mencapai 44.200 unit, akumulasi dari proyek-proyek yang sudah dipasarkan sebelumnya. Meski begitu, tingkat penjualan rata-rata berada di 83%, relatif stabil dan menjadi sinyal bahwa pasar tetap sehat meskipun persaingan makin ketat.
Dari sisi harga, rata-rata harga jual kini berada di level Rp27,8 juta per meter persegi, naik tipis 0,5% secara kuartalan—cerminan pasar yang bergerak hati-hati di tengah situasi makro yang fluktuatif.
Pasokan Non-CBD Mendominasi
Jika dilihat berdasarkan kawasan, pasar masih didorong oleh wilayah Non-CBD Jakarta. Area ini menyumbang 79% dari total pasokan apartemen dan mencatat pertumbuhan harga 0,7% (QoQ), dengan harga jual rata-rata Rp26 juta per meter persegi.
Dominasi Non-CBD tak lepas dari kelengkapan fasilitas, akses yang mudah menuju pusat aktivitas, serta perkembangan wilayah yang terus bergerak.
“Karakteristik ini membuat Non-CBD tetap menjadi lokasi favorit pengembang dan pembeli,” jelas Martin.
Sementara itu, kawasan CBD Jakarta menyumbang 21% pasokan dengan kenaikan harga lebih moderat, hanya 0,15% (QoQ). Harga rata-rata di area ini berada di sekitar Rp58 juta per meter persegi, mencerminkan pasar yang lebih stabil dan minim penambahan pasokan baru.
“Kedua kawasan ini punya dinamika yang berbeda, namun tetap menjadi poros pergerakan pasar apartemen di Jakarta,” kata Martin. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO