Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Upaya mempercepat transformasi sistem persampahan di Batam terus bergulir. Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, kembali meninjau pembangunan Tempat Penampungan Sementara Berbasis Infrastruktur dan Teknologi (TPS BIN) tertutup, Kamis (11/12), dengan fokus di Kecamatan Sekupang.
Wilayah ini menjadi salah satu lokasi dengan pembangunan TPS BIN terbanyak pada tahap awal.
Dalam peninjauan tersebut, Li Claudia didampingi tim teknis dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas CKTR, BP Batam, hingga jajaran kecamatan dan kelurahan. Mereka memeriksa berbagai aspek penting yang menjadi standar baru pembangunan TPS BIN, mulai dari kesiapan lahan, akses jalan, utilitas, hingga kondisi lingkungan. Semua unsur itu diverifikasi secara detail agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan sistem persampahan modern.
“TPS BIN tertutup ini bukan hanya tempat pembuangan. Kita siapkan sistem pengelolaan yang terintegrasi. Sampah organik dan nonorganik akan dipisahkan sejak awal agar proses pengolahannya lebih efektif dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Konsep TPS BIN tertutup memang membawa standar baru yang berbeda dari TPS konvensional. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pemilahan dan pengolahan awal berbasis teknologi untuk mengurangi volume sampah yang langsung menuju TPA sekaligus meminimalkan dampak lingkungan di sekitar permukiman.
Li Claudia menegaskan verifikasi lapangan menjadi tahap krusial sebelum pembangunan dimulai. Di Kecamatan Sekupang terdapat 11 titik TPS BIN yang tersebar pada tujuh kelurahan dengan karakteristik lahan beragam.
“Setiap lokasi punya tantangan teknis masing-masing. Karena itu, peninjauan langsung memastikan pembangunan yang dilakukan sesuai standar dan bisa berfungsi maksimal,” katanya.
Selain pertimbangan teknis, pihaknya juga memperhatikan kondisi sosial masyarakat. Penentuan titik pembangunan, lanjutnya, harus mengedepankan kenyamanan lingkungan dan tidak mengganggu aktivitas warga.
“Pembangunan ini harus memberi manfaat, bukan menimbulkan masalah. Karena itu jarak dengan permukiman dan masukan masyarakat menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Transformasi pengelolaan sampah melalui TPS BIN tertutup merupakan bagian dari program besar Pemko Batam untuk memperbaiki tata kelola kebersihan kota. Li Claudia berharap fasilitas terstandar ini mampu mempercepat terwujudnya Batam sebagai kota bersih, sehat, dan siap menerapkan sistem persampahan modern berkelanjutan.
“Ini komitmen bersama. Kita ingin Batam memiliki sistem pengelolaan sampah yang jauh lebih baik, terukur, dan berpihak pada lingkungan,” tutupnya. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO