Buka konten ini

SUMUT (BP) – Kasus pembunuhan seorang ibu berinisial FS di Medan Sunggal, Sumatra Utara, menggegerkan warga. Pelakunya diduga anak kandung korban sendiri, SAS, bocah berusia 12 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik tindakan tragis tersebut.
Dikutip dari pemberitaan Sumut Pos (Batam Pos Group), korban dan pelaku merupakan warga lama yang telah menetap di lingkungan tersebut selama 20 tahun. Itu sebabnya, peristiwa ini membuat warga terkejut. Dalam rumah itu, selain korban dan pelaku, juga tinggal ayah pelaku yang merupakan suami korban serta kakak pelaku.
”Kami tidak menyangka dia bisa melakukan hal seperti itu. Selama ini dia dikenal pendiam, ramah, dan berprestasi di sekolah,” ujar seorang warga.
Meski belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penyebab pasti penusukan yang menewaskan FS, warga menduga persoalan keluarga menjadi salah satu pemicunya.
Menurut mereka, korban kerap memarahi anak-anaknya. Namun dugaan tersebut masih harus dibuktikan penyidik.
”Kami tidak tahu detail masalah keluarga mereka. Hanya saja, kabarnya korban sering memarahi anaknya. Mungkin pelaku merasa sakit hati,” kata warga lainnya.
Korban ditemukan bersimbah darah pada Rabu (10/12) pagi di kediamannya di Jalan Dwikora, Medan Sunggal. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka tusuk.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto membenarkan pelaku telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan.
”Masih kami periksa. Karena pelaku masih anak-anak, kondisinya trauma, sehingga pemeriksaan wajib didampingi,” ujar Bayu.
Berdasarkan keterangan awal suami korban, peristiwa penusukan diduga dipicu amarah korban kepada kakak pelaku pada malam sebelum kejadian. Namun informasi tersebut masih perlu pendalaman lebih lanjut oleh penyidik Polrestabes Medan.
Setelah kejadian, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, sementara pelaku lebih dulu diamankan di Polsek Sunggal sebelum diserahkan ke Polrestabes Medan. Hingga kini, polisi masih menyusun konstruksi peristiwa sekaligus menggali motif yang melatarbelakangi aksi pelaku. (*)
Reporter : JP Group
Editor : MUHAMMAD NUR