Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Semifinal audisi bertema “Polisi untuk Masyarakat” berlangsung meriah di lantai II Aula Anindhita Mapolresta Barelang, Jumat (12/12). Puluhan musisi jalanan dari berbagai wilayah Batam tumplek blek sejak siang hingga sore, memenuhi ruangan dengan denting gitar, cajon, dan perlengkapan musik sederhana yang menciptakan atmosfer hangat sekaligus penuh energi kreatif.
Para peserta merupakan pengamen dari sejumlah kecamatan yang datang dengan semangat menyala untuk menunjukkan kemampuan bermusik di hadapan dewan juri. Ajang ini menjadi panggung baru bagi musisi jalanan untuk tampil lebih profesional dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Setiap peserta datang bersama perwakilan Polsek dari wilayah masing-masing. Setiap Polsek pun diperbolehkan membawa lebih dari satu kelompok, membuat jumlah peserta membludak dan semakin memeriahkan suasana. Polresta Barelang menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan secara tertib agar proses audisi berjalan lancar dan nyaman.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin melalui Wakapolresta AKBP Fadli Agus menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam mendukung kreativitas anak muda Batam. Musik, kata dia, merupakan medium universal yang mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
AKBP Fadli Agus menambahkan, keamanan dan ketertiban tidak hanya terwujud melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kolaborasi sosial seperti kegiatan seni dan budaya. Festival musisi jalanan ini dinilainya sebagai pendekatan humanis yang memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kemitraan strategis Polresta Barelang untuk mewujudkan Batam sebagai kota yang aman sekaligus kaya kreativitas. “Ini wadah untuk menunjukkan potensi musisi jalanan yang selama ini memberi warna positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Tim Sky Group dari Sekupang. Mereka membawakan lagu wajib “Polisi untuk Masyarakat” dan satu lagu pilihan bebas. Usai tampil, salah satu anggota Sky Group menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat senang diberi kesempatan tampil di panggung resmi seperti ini. Biasanya kami hanya bermain di jalan, tapi hari ini kami merasa dihargai. Semoga acara seperti ini terus diadakan,” ungkapnya.
Ratusan peserta lainnya juga tampil dengan karakter masing-masing, mulai dari akustik, pop kreatif, hingga aransemen unik yang mencerminkan identitas musisi jalanan Batam. Suasana hangat tercipta ketika antar-peserta saling memberi dukungan, membangun kebersamaan yang kuat.
Dalam proses penilaian, panitia menetapkan tiga kategori utama, yaitu penampilan, harmonisasi, dan keterampilan. Ketiga aspek itu diharapkan mampu menjaring musisi jalanan terbaik yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kualitas musikal mumpuni.
Semifinal audisi ini menjadi momentum penting bagi para pengamen Batam untuk naik ke panggung yang lebih besar. Sekaligus, ajang ini menegaskan bahwa musik dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara aparat keamanan dan masyarakat. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO